Ekonomi

Harga Jagung di Bawah HAP, Kementan: Petani Tidak Boleh Rugi

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Kepala Badan Ketahanan Pangan, Kementan, Agung Hendriadi menegaskan selain berkomitmen meningkatkan produksi, juga menjamin kesejahteraan petani. Karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Bulog agar menyerapnya sesuai HAP.

“Kami juga akan mendorong perusahaan pakan ternak yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) untuk membeli jagung petani,” ungkap Agung di Jakarta, Minggu (4/2/2018) seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Pertanian.

Agung menyebutkan padahal harga jagung di beberapa daerah atau sentra produksi lainnya sangat menguntungkan petani atau di atas HPP. Misalnya di Kabupayen Bima mencapai Rp 4.000 per kg, Mandailing Natal Rp 3.400, Serdang Bedagai Rp 3.300, Ogan Ilir Rp 4.600, dan Garut Rp 3.400 per kg.

“Petani tidak boleh rugi, untuk itu harga di semua daerah minimal sama dengan HAP,” tegasnya.

Secara terpisah, Ketua Umum KTNA Nasional Winarno Tohir menilai penurunan harga jagung harus segera disikapi agar tidak membuat petani merugi. Sebab dapat berdampak pada gagalnya upaya pemerintah dalam mewujudkan amanah Nawacita Jokowi-JK yakni mewujudkan kedaulatan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Baca Juga:  Porang dan Sarang Walet Jawa Timur Dilirik Cina, Legislator Nur Sutjipto: Bisa Bangkitkan Ekonomi Petani

“Harga di bawah HAP berdampak nyata pada kesejahteraan petani dan menggagalkan visi Nawacita Jokowi. Apalagi pesan Presiden Jokowi bahwa petani tidak boleh merugi, harus sejahtera. Kuncinya Bulog dan semua pihak harus turun membelinya,” tuturnya.

Diketahui, Harga jagung saat ini di beberapa daerah yang merupakan sentra produksi turun di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP). Hal ini terungkap dari data Pusat Informasi Pasar (PIP) per tanggal 2 Februari 2018.

Di lain sisi, Program Upaya Khusus Kementan sukses meningkatkan produksi jagung. Beberapa daerah juga sedang panen sehingga luas panen jagung pada Januari 2018 sekitar 770 ribu ha dan Februari ini sekitar 1 juta hektar.

Tercatat, penurunan harga jagung terjadi di Kabupaten Bireun Rp 3.100 per kg, Gayo Lues Rp 2.900, Asahan Rp 2.500, Barito Selatan Rp 2.500, Tapin Rp 2.800 dan Minahasa Selatan Rp 2.700.

Pewarta/Editor: Achmad S.

Related Posts

1 of 36