Connect with us

Ekonomi

Harga Daging Selalu Naik, DPRD Jatim Sebut Disnak Kurang Visioner

Published

on

anggota Komisi B DPRD Jatim Pranaya Yudha. Foto Tri Wahyudi
anggota Komisi B DPRD Jatim Pranaya Yudha. Foto Tri Wahyudi

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Meski Ramadhan kurang satu bulan lagi, namun harga sejumlah bahan pokok di Jawa Timur (Jatim) mulai menunjukkan geliat kenaikan. Salah satu bahan pokok yang menjadi sorotan kenaikannya adalah harga daging sapi.

Di Jatim sendiri misalnya di pasar Larangan Sidoarjo, harga daging sudah mengalami kenaikan. Pekan lalu yang harganya Rp 95 ribu mengalami kenaikan Rp 100 ribu.

Kenaikan daging ini juga menjadi perhatian dari DPRD Jatim yang berharap agar bisa ditekan oleh Dinas Peternakan (Disnak)Jatim.

“Kenaikan harga daging di Jatim ini merupakan masalah klasik yang dialami Dinas Peternakan Jatim,” ungkap anggota Komisi B DPRD Jatim Pranaya Yudha saat dikonfirmasi di Surabaya, Selasa (15/4).

Pranaya mengatakan selama ini pihaknya melihat Dinas Peternakan Jatim tak optimal dalam menekan kenaikan harga daging di Jatim.

“Dinas Peternakan Jatim saya lihat kurang visoner. Mestinya mereka memiliki solusi jangka pendek maupun jangka panjang untuk mengatasi kenaikan harga daging di Jatim,” lanjutnya.

Politisi asal Partai Golkar ini mengatakan selama ini pihak Dinas Peternakan Jatim  selalu mengklaim bahwa stok ternak potong  di Jatim selalu surplus.

“Namun, faktanya yang mereka klaim itu kebanyakan punya rakyat dengan sistem rojokoyo,” sambungnya.

Harusnya, lanjut Pranaya, hitungan stok itu diambil dari data di pasar hewan, jagal dan perusahaan-perusahaan peternakan.

“Mereka harusnya turun dan melihat langsung kondisi ternak sehingga bisa tahu kebutuhan daging di Jatim bisa diketahui dan tentunya bisa mengontrolnya,” tutupnya. (Three)

Editor: Achmad Sulaiman

Loading...

Terpopuler