Connect with us

Ekonomi

Harga Cabai Tak Kunjung Turun, DPRD Jatim Prihatin

Published

on

Harga Cabai Tak Kunjung Turun, DPRD Jatim Prihatin

Anggota Komisi B DPRD Jatim Noer Soetjipto. (Foto: Setya N/NUSANTARANEWS.CO)Anggota Komisi B DPRD Jatim Noer Soetjipto. (Foto: Setya N/NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Komisi B DPRD Jatim prihatin tingginya harga cabai di Indonesia khususnya di Jatim yang tak kunjung turun.

Anggota Komisi B DPRD Jatim Noer Soetjipto mengatakan pihaknya berharap ada kebijakan dari pemerintah yang melindungi petani cabai sebagai solusi untuk mengatasi tingginya harga cabai tersebut.

“Kami minta ada langkah kongkrit dari Pemprov untuk melindungi petani cabai. Jangan sampai petani sengsara,” ungkap pria asal Trenggalek ini di Surabaya, Kamis (1/8/2019).

Politisi asal partai Gerindra ini mengatakan tingginya harga cabai bermula ketika pemerintah membuat kebijakan melakukan impor cabai kering.

“Gara-gara ada impor tersebut cabai lokal kalah bersaing sehingga petani cabai enggan melakukan tanam cabai,” jelasnya.

Sedangkan disaat petani enggan melakukan tanam cabai, kata Noer Soetjipto, justru harga cabai meroket.

”Saya kira pemerintah telah salah mengeluarkan kebijakan dengan impor tersebut. Kami berharap harus segera dibuat kebijakan sampai harga stabil,” katanya.

Sekadar diketahui, di Pasar Pucang Anom di Surabaya harga cabai rawit masih bertahan di angka Rp 80 ribu per kilogram. Itu pun bukan murni cabai merah. Sebagian sudah dicampur dengan cabai hijau.

Pewarta: Setya N
Editor: Eriec Dieda

Terpopuler