Harga Beras Dipatok, Harganya Beda Tiap Wilayah

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di Kemendag, Kamis, 24 Agustus 2017. Foto Richard Andika/ Nusantaranews.co
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di Kemendag, Kamis, 24 Agustus 2017. Foto Richard Andika/ Nusantaranews.co

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Pemerintah akhirnya telah resmi menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium dan premium. Kementerian Perdagangan telah memutuskan pembagian penetapan harga di delapan wilayah besar dan akan berlaku mulai 1 September 2017.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan, bahwa kategori beras akan dibagi menjadi tiga, yaitu beras premium, medium, dan khusus. Untuk beras premium dan medium harganya ditetapkan setelah pembahasan selama dua pekan terakhir.

“Beras medium harga Rp 9.450 per kilogram berlaku untuk Jawa dan Lampung sedangkan beras premium berlaku Rp 12.800 di pasar tradisional dan modern,” ujar Enggar di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (24/8/2017).

Menurutnya, penentuan harga ini diperhitungkan berdasarkan wilayah penghasil dan ongkos pengiriman ke daerah konsumen beras. Enggar mengatakan, aturannya telah disepakati berdasarkan pembahasan bersama semua pihak.

Enggar menyebutkan, keputusan ini bakal diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) yang segera diundangkan di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM). Enggar berharap proses itu berjalan cepat hingga peraturan ini dapan berjalan mulai 1 September 2017.

Sedangkan untuk beras kategori khusus, lanjut dia, harganya masih belum ditetapkan. Pasalnya, karakteristiknya masih akan dikaji oleh Kementerian Pertanian. Nantinya, harga beras khusus juga akan diatur tersendiri dalam Peraturan Menteri Pertanian.

Enggar mengungkapkan, bahwa penetapan HET nantinya akan menghapus ketentuan harga acuan pembelian dan penjualan komoditas dalam Permendag 27 Tahun 2017.

Sementara itu, untuk pengawasa regulasinya bakal dilakukan secara persuasif oleh Satuan Petugas (Satgas) Pangan. “Satgas hanya akan bertindak apabila terjadi usaha spekulatif yang merugikan masyarakat,” ucapnya.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) Solihin menyampaikan, pihaknya bakal mendukung setiap langkah pemerintah. “Pengalaman dengan gula dan minyak kita juga dukung,” jelas dia.

Baca Juga:  Konspirasi Busuk Impor Gula untuk Mencari Dana Pileg dan Pilpres 2019

Selain itu, Ketua Umum Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia Soetarto Alimoeso mengaku siap membantu sosialisasi keputusan HET beras. Pihaknya berjanji bakal mengabarkan kepada pengurus di daerah yang sudah menanti regulasi terbaru dari pemerintah.

“Teman-teman di daerah akan menyesuaikan harga beras sesuai dengan HET yang telah ditetapkan,” tutur Soetarto

Berikut daftar harga beras medium dan premium:

1. Jawa, Lampung, Sumatera Selatan: medium Rp 9.450 per kilogram dan premium Rp 12.800 per kilogram.

2. Sumatera lainnya: medium Rp 9.950 per kilogram dan premium Rp 13.800 per kilogram.

3. Bali dan NTB: medium Rp 9.450 per kilogram dan Rp premium Rp 12.800 per kilogram.

4. NTT: medium Rp 9.500 per kilogram dan premium Rp 13.300 per kilogram.

5. Sulawesi: medium Rp 9.450 per kilogram dan premium Rp 12.800 per kilogram.

6. Kalimantan: medium Rp 9.950 per kilogram dan premium Rp 13.300 per kilogram.

7. Maluku dan Papua: medium Rp 10.250 per kilogram dan premium Rp 13.600 per kilogram.

Pewarta: Ricard Andhika
Editor: Ach. Sulaiman