Berita UtamaEkonomiLintas NusaTerbaru

Harga Anjlok, Dewan Jatim Lobi Cina Terima Porang Asal Jatim

Harga anjlok, Dewan Jatim lobi Cina terima porang asal Jatim.
Harga anjlok, Dewan Jatim lobi Cina terima porang asal Jatim.

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Anjloknya harga porang menjadi perhatian Noer Soetjipto untuk memperjuangkan menjadi salah satu komoditi ekspor favorit ke negara Cina.

Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jatim ini mengatakan permasalahan yang paling berat yang dialami petani porang saat ini adalah dalam 5 bulan terakhir harga porang sangat anjlok. Menurutnya jika selama ini harganya Rp 4000 hingga Rp 5000 per kilogram, namun saat ini harganya Rp 1500 hingga Rp 2000 per kilogram.

“Ini kalau dalam dalam ilmu bisnis tidak bisa break even point. Sehingga persoalan ini yang menjadikan gunung es di seluruh Indonesia bukan hanya di Jawa Timur,” ungkap sekretaris fraksi Gerindra DPRD Jatim saat dikonfirmasi, Rabu (15/6).

Pria asal Trenggalek ini mengatakan gara-gara anjlok, saat ini komoditi Porang menumpuk di daerah, sehingga perlu untuk di eksport ke luar negeri, salah satunya ke Cina.

Baca Juga:  Ayatullah Khamenei: AS dan Zionis Dalang Aksi Kerusuhan di Iran Baru-baru ini

Dikatakan oleh Noer Sutjipto, pihaknya sudah mencari solusi dengan mencoba mengambil langkah Goverment to Goverment (G to G) antara Indonesia dan Cina langsung. Karena selama ini, lanjut Tjip, ekspor yang dilakukan adalah melalui negara ketiga yaitu harus melalui Myanmar, Thailand atau Singapura.

“Nah ini kami akan mencoba untuk memotong jaringan ini supaya biaya untuk pengiriman juga tidak menjadi lebih mahal. Selain itu langkah ini untuk membantu perusahaan agar bisa mendiatribusikan porang. Karena selama ini stok porang di 18 pabrik ini menumpuk, akibatnya petani tidak bisa menjual ke pabrik. Solusi ini harus kita upayakan karena petani juga menghidupi keluarganya,” terangnya.

Dosen STIE Yapan Surabaya mengaku sudah mengambil langkah melakukan komunikasi dengan negara Cina. Menurutnya sudah ada gambaran-gambaran yang dicapai dalam kesepakatan komunikasi itu. “Insyaallah sudah mencapai 40 persen. Harapan saya dalam bulan Juni ini kami bisa menyelesaikan kesepakatan-sepakatan itu, persyaratan-persyaratan yang ditentukan oleh Cina bisa kita penuhi di Jawa Timur. Sehingga nanti mudah-mudahan ekonomi Jawa Timur dari porang ini bisa terselesaikan,” terangnya.

Baca Juga:  Prabowo Subianto Serahkan Sepucuk Surat Untuk Nyai Machfudhoh, Putri Tokoh Pendiri NU

Diakui olehnya juga bahwa dirinya sudah meminta kepada instansi terkait yakni Dinas Kehutanan dan Dinas Pertanian untuk membantu agar permasalahan petani porang ini. Selain masalah anjloknya harga, lanjut Tjip, saat ini petani harus melakukan registrasi lahan. “Saya sarankan petani untuk membentuk kelompok kalau kelompok untuk mengajukan registrasi lahan,” ungkapnya. (setya)

Related Posts

1 of 7,330