Connect with us

Berita Utama

Hamas Ancam Kembali Serang Israel Bila Terus Menahan Bantuan Qatar untuk Gaza

Published

on

Hamas ancam serang Israel bila terus menahan bantuan Qatar untuk Gaza.

Hamas ancam kembali serang Israel bila terus menahan bantuan Qatar untuk Gaza.

NUSANTARANEWS.CO, Gaza – Hamas ancam kembali serang Israel bila terus menahan bantuan Qatar untuk Gaza. Menurut laporan media harian Lebanon Al-Akhbar, pada hari Jumat, Hamas kembali mengancam akan melanjutkan penembakan roket ke Israel jika negara itu tidak segera mengeluarkan uang bantuan yang dikirim oleh Qatar yang ditujukan ke Jalur Gaza minggu depan.

Pada hari Selasa, Asisten Menteri Qatar Lolwah Al-Khater, juru bicara kementerian luar negeri mengatakanbahwa Emirat Teluk akan mengalokasikan sekitar US$ 500 juta untuk merekonstruksi lebih dari 45.000 rumah yang rusak dan hancur di Jalur Gaza setelah 11 hari pemboman brutal oleh pesawat dan artileri Israel.

Bantuan tersebut jauh lebih besar dari yang dijanjikan Doha ke Gaza pada awal tahun yang sebesar US$ 360 juta sebagai kelanjutan paket bantuan tahun-tahun sebelumnya.

Pada 22 Mei, Naji Sarhan, wakil kementerian pekerjaan dan perumahan Gaza, mengatakan kepada Associated Press bahwa kerugian dari perang 11 hari bulan lalu berjumlah US$150 juta. Belum lagi akibat perang 2009 dan 2014 yang hingga kini belum dibangun kembali.

Meski militer Zionis Israel selalu mengklaim bahwa serangan ke wilayah Palestina adalah menargetkan sayap bersenjata Hamas, Brigade Izz ad-Din al-Qassam – namun faktanya selalu menghancurkan infrastruktur dan fasilitas sipil. Bahkan membunuh lebih dari 200 warga Palestina, termasuk wanita dan anak-anak.

Pemimpin Hamas di Jalur Gaza, Yahya Sinwar, mengatakan bahwa pemerintah Gaza ‘belum mengambil satu sen pun’ dari bantuan internasional. “Kami tidak pernah mengambil satu sen pun di masa lalu,” tegasnya.

Meski begitu, Sinwar menyambut baik proyek konstruksi yang dilakukan oleh mitra dari negara-negara muslim.

Baca Juga:  Persiapkan Caleg Bebas Korupsi, 400 Fungsionaris Partai Golkar Ikuti Karantina di Jawa Timur

Sinwar mengatakan bahwa, “Gaza memiliki sumber daya keuangan yang cukup… sebagian besar berasal dari Iran, dan sebagian lainnya berasal dari donor Arab dan Muslim serta orang-orang bebas di dunia yang berdiri dalam solidaritas dengan rakyat kami dan hak-hak mereka.”

Dunia internasional telah bereaksi keras atas aksi pasukan Zionis Israel yang terus melakukan intimidasi dan kekerasan di wilayah pendudukan. Bahkan belakangan mulai terlihat perilaku maling Israel yang terus menjarah sumber daya alam Palestina seperti air dan gas di seluruh wilayah pendudukan (sejak 1967).

Penyensoran media terhadap kebrutalan, pencurian dan perilaku korup Zionis di wilayah Palestina kini mulai terbuka. Dunia Internasional, khususnya publik barat mulai melek matanya melihat pembersihan etnik di Yerusalem Timur, termasuk penindasan Israel yang menjadikan warga Palestina sebagai kuli yang dibayar rendah.

Padahal dunia internasional sudah menyerukan agar Israel menghormati Konvensi Jenewa Keempat, hukum yang mengatur perlakuan terhadap warga sipil di bawah pendudukan militer. Di mana Israel tidak hanya berkewajiban melindungi kesejahteraan warga sipil tersebut, tapi juga tidak boleh memindahkan penduduknya ke wilayah lain dalam keadaan apapun.

Dunia internasional tidak menyadari bahwa pengurungan jutaan orang Palestina ternyata sangat menguntungkan Zionis Israel – terutama karena masyarakat dunia (Barat) menganggap Israel telah menjalankan kewajiban Konvensi Jenewa untuk menyediakan makanan, pendidikan dan kebutuhan kemanusiaan lainnya. Israel ternyata benar-benar memanfaatkan dana bantuan kemanusiaan tersebut bagi kepentingan ekonominya, dengan mengkonversi dana-dana bantuan dunia tersebut menjadi shekel yang menopang mata uangnya.

Sehingga wajar saja bila rezim Zionis tidak peduli dengan seruan-seruan dunia Internasional, karena pendudukan wilayah Palestina selama ini ternyata telah menopang ekonominya secara signifikan. Dengan kata lain, Zionis Israel selama ini ternyata hanya menjadi maling dan koruptor besar di Palestina. (Agus Setiawan)

Baca Juga:  Direktur PTKI: Kemenag Optimalkan Kualitas Mahasiswa

Loading...

Terpopuler