Connect with us

Politik

Hakikat Pancasila: Konsep dan Prinsip Yang Terkandung (Bag-4)

Published

on

Hakikat Pancasila4

Hakikat Pancasila dan Gerakan Boedhi Oetomo

Hakikat Pancasila perlu dihayati dan dipahami secara mendalam. Untuk itu, kita perlu memahami konsep dan prinsip yang terkandung di dalam Pancasila.

KONSEP NASIONALITAS. Abad ke XX merupakan abad kebangkitan wawasan kebangsaan bagi negara-negara di wilayah Asia, tidak terkecuali bagi masyarakat yang mendiami wilayah yang pada waktu itu dikuasai oleh pemerintah Belanda, yang bernama Nederlands Oost Indie atau Hindia Belanda. Sejak tahun 1908 para pemuda telah gandrung dengan wawasan kebangsaan dengan mendirikan organisasi Boedhi Oetomo. Organisasi ini yang kemudian memicu lahirnya berbagai organisasi kepemudaan yang berasal dari berbagai daerah Hindia Belanda. Organisasi kepemudaan ini yang mendeklarasikan ”Sumpah Pemuda” yang sangat monumental, yang mengkristal menjadi dorongan kuat bagi lahirnya negara-bangsa Indonesia.

Pada tanggal 1 Juni 1945 Bung Karno mengusulkan bahwa salah satu prinsip dasar negara adalah ”kebangsaan.” suatu prinsip bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, bukan untuk kepentingan seseorang, golongan, tetapi suatu dasar ”semua buat semua.” Faham kebangsaan ini bukan merupakan faham kebangsaan yang sempit atau chauvinisme. Konsep nasionalitas memiliki makna sebagai berikut:

Pertama, Rakyat Indonesia dalam hidup bermasyarakat dan bernegara terikat dalam suatu komunitas yang namanya bangsa Indonesia. Mereka mengaku dengan ikhlas dan bangga sebagai warga bangsa Indonesia, cinta serta rela berkorban demi negara-bangsanya.

Kedua, Tanpa mengurangi hak pribadi, loyalitas warganegara terhadap negara-bangsa-nya, mengenai hal ihwal yang menyangkut kepentingan umum (kepentingan orang banyak), diletakkan di atas kepentingan pribadi dan golongan.

Loading...

Ketiga, Dalam mengembangkan wawasan kebangsaan sebagai pengejawantahan konsep nasionalitas, ciri golongan, baik ditinjau dari segi etnis, suku, agama, maupun adat budaya, dihormati dan ditempatkan secara proporsional dalam menegakkan persatuan dan kesatuan bangsa. Wawasan kebangsaan tidak mengeliminasi keanekaragaman. Kearif-an lokal (local wisdom) dipelihara, dijaga dan dikembangkan sejalan dengan wawasan kebangsaan. Ke-budayaan lama dan asli yang terdapat sebagai puncak-puncak kebudayaan di daerah di seluruh Indonesia diakui sebagai kebudayaan bangsa.

Baca Juga:  Linmas Bogem Dibekali Wawasan Kebangsaan, Siskamling dan Tatib Masyarakat

Keempat, Atribut negara-bangsa seperti bendera merah putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, lambang negara Garuda Pancasila, bahasa nasional Indonesia dan kepala negara dihormati dan didudukkan secara proporsional sesuai dengan kesepakatan bangsa. Memperlakukan atribut negara secara tidak senonoh atau kurang beradab adalah tindakan yang tidak sesuai dengan esensi wawasan kebangsaan. Menghormati atribut negara-bangsa tidak bermakna menyembah atau mensakral-kan atribut tersebut. Perlu disadari bahwa warganegara yang  mencederai atribut bangsa, atau melecehkan atribut bangsa sama saja dengan melecehkan diri sendiri sebagai warganegara-bangsa.

Kelima, Dengan berprinsip pada wawasan kebangsaan, bangsa Indonesia tidak menolak masuknya kebudayaan asing dengan syarat bahwa kebudayaan dimaksud harus menuju ke arah kemajuan adab, budaya, kesatuan dan persatuan banga. Bahwa kebudayaan asing dimaksud harus dapat memper-kembangkan dan memperkaya ke-budayaan bangsa, serta memper-tinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia.

Keenam, Dalam mengembangkan wawasan kebangsaan  perlu dihindari berkem-bangnya faham kebangsaan sempit, yang memandang bangsanya sendiri yang paling hebat di dunia dan memandang rendah bangsa yang lain. Demikian pula dengan wawasan kebangsaan tidak berkembang menjadi faham ekspansionis yang berusaha untuk menguasai negara-bangsa lain. Dengan berpegang pada wawasan kebangsaan, bangsa Indonesia memiliki misi untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamai-an abadi dan keadilan sosial.[]

 

Penulis: Soeprapto (Ketua LPPKB)

 

Loading...

Terpopuler