Hak Membela Diri Adalah Milik Rakyat Palestina Bukan Zionis Israel

Hak Membela Diri Adalah Milik Rakyat Palestina Bukan Zionis Israel
Hak Membela Diri Adalah Milik Rakyat Palestina Bukan Zionis Israel/Foto: Onepath Network

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Setali tiga uang dengan strategi kader-kader PKI (Partai Komunis Indonesia) yang membangun narasi sebagai pihak yang menjadi korban dalam perebutan kekuasaan di tanah air – kaum zionis pun sejak merampas tanah Palestina dan mendirikan negara Israel selalu membangun narasi sebagai pihak yang disakiti dan menjadi korban. Padahal fakta sejarah menunjukkan bahwa PKI dan Zionis adalah kaum teroris yang dengan kejam membantai lawan-lawan dan musuh-musuhnya.

Dalam Perang Arab-Israel, jelas-jelas tiga negara Arab: Mesir, Suriah, dan Yordania kalah telak karena dikeroyok oleh Amerika Serikat (AS) dan negara-negara sekutu baratnya usai mereka mengalahkan Jerman dan Jepang dalam Perang Dunia II.

Namun narasi yang dibangun hingga hari ini adalah “Israel lah yang dikeroyok oleh negara-negara Arab”. Fakta mutakhir terbukti bahwa Israel dengan mudah dikalahkan oleh sebuah organisasi perlawanan dalam Perang Lebanon 2006. Sekali lagi hanya organisasi bukan negara.

Begitupun bentrokan hari ini, Israel hanya melawan sebuah organisasi masyarakat: Hamas. Namun kesannya negara zionis itu seakan-akan sedang berperang dengan sebuah negara yang memiliki kekuatan setara. Bahkan tanpa malu-malu merengek minta bantuan pamannya, Uncle Sam.

Padahal sejak lama, sebagai negara penjajah yang kejam dan ganas, Zionis Israel sudah biasa menyerang para pejuang Palestina secara sporadis. Bahkan hari ini, dengan dalih “membela diri” menjadi alasan sempurna untuk membombardir infrastruktur Gaza dengan target korban sipil sebanyak-banyaknya sehingga diharapkan dapat melemahkan perlawanan rakyat Palestina yang sudah berlangsung selama lebih dari 70 tahun.

Yang paling menjijikkan adalah sikap pengecut kaum zionis Israel yang dengan brutal melepaskan bom secara membabi buta tanpa mempedulikan korban sipil, wanita dan anak-anak dengan dalih menyerang target.

Baca Juga:  Rumah Mardani Ali Sera Dilempari Bom, Politisi Gerindra Kaitkan dengan #2019GantiPresiden

Dan anehnya, zionis Israel selalu membangun narasi sebagai pihak yang diserang dan berhak “membela diri”. La iyalah. Masa para pejuang kemerdekaan disebut teroris dan tidak boleh melawan negara penjajah yang menindas dengan kejam.

Para pejuang Palestina adalah orang-orang yang berjuang untuk kemerdekaan dari penjajahan zionis Israel yang ingin merampas tanah air mereka dan mengusir mereka dari tanah leluhurnya. Sejalan dengan Pembukaan UUD 1945 yang dengan tegas menolak segala bentuk penjajahan di muka bumi.

Jadi pembelaan diri yang sah adalah milik rakyat Palestinabukan milik negara penjajah. Pejuang Palestina memiliki kehormatan untuk bertarung sedangkan kehinaan untuk negara penjajah

Oleh karena itu, sungguh menggelikan bila Israel dan antek-antek negara pendukungnya menyebut bentrokan hari ini adalah sikap keras kepala dari para “teroris” Palestina.

Siapa yang teroris sebetulnya? Bukankah sejak awal perampasan tanah keluarga Palestina kaum zionis telah menjadi teroris yang membantai rakyat Palestina demi sejengkal tanah!

Yang perlu dipahami adalah bahwa pendudukan dengan kekerasan yang terus-menerus selama ini serta inkar janji dunia internasional untuk mendirikan solusi dua negara – telah memuncak hari ini. Di mana rakyat Palestina bangkit memperjuangkan haknya untuk mengusir penajajah yang kejam. Mengambil sikap tegas, membela diri karena terus menerus diserang, dihina dan dibohongi. Sekali lagi, Palestina sebagai rakyat yang terjajah berhak membela diri dan melawan kaum penjajah. Bukan sebaliknya.

Seharusnya dunia internasional dengan tegas mengimplementasikan solusi dua negara tanpa tawar menawar. Jangan lagi mengulur-ulur waktu sampai rakyat Palestina terusir dari tanah airnya.

Sesungguhnya orang-orang Palestina telah lama memahami bahwa mereka tidak memiliki apa-apa lagi. Tinggal satu harapan hari ini: “Merdeka atau Mati”. (Agus Setiawan)

Baca Juga:  TGB: Fenomena Takfir Terbukti Memecah Umat Islam