Politik

Haidar Alwi Sebut Wacana Menghidupkan Kembali GBHN Sebagai Ide Bagus

Haidar Alwi Sebut Wacana Menghidupkan Kembali GBHN Sebagai Ide Bagus. (Foto: Adhon/NUSANTARANEWS.CO)
Haidar Alwi Sebut Wacana Menghidupkan Kembali GBHN Sebagai Ide Bagus. (Foto: Adhon/NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Wacana menghidupkan kembali GBHN (Garis Besar Haluan Negara) menurut Ketua Dewan Pembina ARJ, Haidar Alwi sebagai ide yang bagus.

“Bagus lah. GBHN itu kan Garis Besar Haluan Negara. Artinya Presiden ke depan, siapapun itu sesuaikan dengan GBHN yang dibentuk oleh wakil rakyat, oleh pemerintahan yang sekarang ada ” kata Haidar Alwi saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/8/2019).

Dirinya berpandangan dengan adanya GBHN, maka ke depan siapapun presidennya arah pembangunan bangsa bisa berjalan sesuai dengan garis yang sudah ditentukan.

“Mau presidennya siapapun itu
gak begitu berpengaruh karena GBHN-nya jelas, arahnya jelas. Gak bisa keluar dari garis yang sudah kita tentukan sekarang,” sambungnya.

Dengan demikian ke depan, lanjut Haidar Alwi, negara Indonesia sudah punya tujuan yang nyata.

“Gak bisa sembarang orang masuk. Nanti presidennya ganti, arah pembangunan lain lagi. Itu sekarang rakyat meminta wacana pembentukan GBHN yang bagus, sehingga 5 tahun kedepan Indonesia mau jadi apa sudah kelihatan,” jelasnya.

Baca Juga:  Pengurus Daerah Diisi Tokoh NU, PPP Jawa Timur Kejar Tambahan Kursi di Pemilu 2024

Sebagai informasi, sebelumnya, wacana menghidupkan kembali GBHN dalam UUD 1945 datang dari PDIP.

Gagasan itu dikemas atas nama amandemen UUD 1945 yang menumpang pada proses politik pengisian jabatan Ketua MPR periode 2019-2024.

PDIP menilai penting kehadiran GBHN sebagai landasan berbangsa dan bernegara yang berangkat dari penjabaran ideologi Pancasila, mengabdi pada tujuan dan memuat hal pokok, berupa guiding principles.

Pewarta: Romadhon

Ikuti berita terkini dari Nusantaranews di Google News, klik di sini.

Related Posts

1 of 3.050