Connect with us

Politik

Hadirkan Chairul Tandjung, UGM Sindir Ferry Mursyidan dan Sudirman Said

Published

on

aset paling berharga, aset milenial, aset data, generasi milenial, aset perusahaan, chairul tandjung, ugm, kekuatan generasi milenial, nusantaranews, pemimpin inovatif, research university, knowledge university, pskk ugm, entepreneurial university

Seminar Kebangsaan Kepemimpinan Era Milenial yang dibatalkan pada 12 Okrtober 2018 lalu. (Foto: Twitter)

NUSANTARANEWS.CO, Yogyakarta – Ketua Program Studi Magister Doktor Studi Kebijakan (MDSK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Muhadjir Darwin mengatakan, program MDSK telah berkembang sebagai bagian dari graduate school di UGM yang fokus pada isu lintas displin. Yaitu kepemimpinan dan inovasi kebijakan, yang kajiannya melampaui batas-batas ilmu mono-disiplin.

Selain itu, kata dia, program eksekutif forum yang dikembangkan oleh prodi MDSK itu berencana akan menghadirkan secara serial para pemimpin Indonesia dan dunia dalam 3 sektor pemerintahan yaitu negara, dunia bisnis dan masyarakat sipil.

“Hari ini kita menampilkan tokoh dari dunia bisnis karena alasan praktis, yaitu Pilpres. Di UGM pernah terjadi heboh karena menghadirkan politisi partai, meskipun tidak berbicara politik, dan menolak hadirnya politisi, meskipun karena alasan prosedur, bukan alasan politik,” terang Muhadjir.

Dia mengomentari kehadiran Chairman Trans Corporation (Corp) Chairul Tandjung pada acara Executive Lecture Series bertajuk Kepemimpinan Inovasi di Era Disrupsi di Hotel UC Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Jumat (30/11/2018). Sekaligus menyindir insiden pembatalan seminar kebangsaan 12 Oktober lalu yang rencananya disi oleh Ferry Mursyidan Baldan dan Sudirman Said.

Pembatalan sepihak itu disebut-sebut lantaran Ferry dan Sudirman merupakan anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Karenanya, kata Muhajir, sosok Chairul Tandjung yang dihadirkan UGM pada Jumat (30/11) lebih lengkap karena selain merupakan salah satu orang terkaya dan pemimpin di dunia bisnis, juga punya rekam jejak sebagai pemimpin di dunia publik yaitu Menko Perekonomian di era pemerintahan SBY.

“Sekarang beliau netral, tidak mau masuk di hiruk pikuk politik menjelang pilpres ini, karenanya tidak akan terjadi heboh jika hadir di tengah-tengah kita sekarang. Eksekutif forum ini mengambil tema yang steril dari nuansa politik tetapi seksi jika dilihat dari kepentingan pengembangan ilmu dan kemajuan bangsa, yaitu Kepemimpinan dan Inovasi di Era Disrupsi, sementara tema khususnya, yaitu Dari Anak Singkong ke Pemimpin Inovatif pasti sangat inspiratif bagi generasi milenial yang ingin meraih mimpi mereka menjadi pemimpin inovatif di era milenial yang disruptif ini,” terang Muhajir.

Muhadjir menambahkan, saat ini Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) UGM terus melakukan pembaruan diri menuju arah lebih baik. Kehadiran PSKK sebagai pusat penelitian yang maju ikut memberi warna terhadap perubahan universitas dari knowledge university ke research university.

“Kemudian perubahan nama prodi yang melekat di PSKK dari nama lama Studi Kebijakan menjadi nama baru Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan adalah cermin dari pergeseran yang sedang terjadi di UGM dari research university ke entepreneurial university,” tutup Muhadjir.

(eda/nvh)

Editor: Banyu Asqalani

Advertisement
Advertisement

Terpopuler