Connect with us

Rubrika

Guru dan Pegawai Tidak Tetap Jatim Akan Dapat Tunjangan 750.000 Perbulan

Published

on

suli daim, dprd jatim, lulusan jatim, smk jatim, lulusan smk jatim, jumlah smk jatim

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Suli Daim. (Foto: NUSANTARANEWS.CO/Setya N)

NUSANTARANEWS.CO, Ponorogo – Kabar baik Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang di wilayah Provinsi Jawa Timur. Pasalnya para GTT dan PTT di seluruh SMA/SMK di Jawa Timur akan mendapatkan tunjangan kesejahteraan Rp 750.000 tiap bulan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim.

Hal itu mendapat kepastian dari Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Suli Da’im seusai menghadairi acara Rapat Kerja (Raker) antara Komisi E DPRD Jatim bersama Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim di Ruang Bamus DPRD Jatim, Jumat (26/10/2018).

Selain politisi PAN tersebut, hadir dalam Raker bersama itu Kepala Dindik Jatim Dr Saiful Rachman dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan se-Jatim.

Dalam keterangannya, sesuai hasil raker bersama menyepakati adanya alokasi Rp 228 miliar pada APBD tahun 2019 untuk 21.754 GTT/PTT. Masing-masing GTT/PTT akan mendapatkan Rp 750.000 setiap bulannya selama 14 bulan. “Untuk gaji GTT/PTT selama dua belas bulan pertama, dan gaji yang ke-13 digunakan untuk lebaran. Sementara gaji ke-14 untuk tahun ajaran baru,” kata Suli Da’im.

Baca Juga:
Nasib 6000 Guru Honorer di Jatim Terancam
Sibuk Berpolitik, Pemerintah Telantarkan Nasib Guru Honorer
Ribuan Guru Honorer Mogok Kerja Berhari-Hari di Cianjur

Selain itu, pria kelahiran Lamongan ini menyebutkan, secara rinci biaya bantuan kesejahteraan diberikan kepada GTT sebanyak 11.962 orang. Sedangkan bagi PTT sebanyak 9.792 orang. “Alhamdulillah, satu langkah dalam menuntaskan persoalan tambahan kesejahteraan GTT/ PTT sudah kita pastikan,” paparnya.

Selain itu dia berharap, biaya bantuan kesejahteraan bagi GTT/PTT dapat menjadi spirit dalam pengabdian membantu penyelenggaraan pendidikan di Jatim. “Meskipun itu belum sepenuhnya bisa memenuhi keinginan GTT/PTT,” tandasnya.

Pewarta: Muh Nurcholis
Editor: Alya Karen

Terpopuler