Connect with us

Politik

Guru Besar Trisakti Sebut Ada Calon Presiden Praktikan Gaya Politik Donald Trump

Published

on

Pasangan Capres Cawapres 2019 (Foto Dok. Nusantaranews)

Pasangan Capres Cawapres 2019 (Foto Dok. Nusantaranews)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Guru Besar Universitas Trisakti, Dadan Umar Daihani menyindir pidato calon presiden Prabowo Subianto soal Indonesia akan bubar dan punah. Menurutnya, narasi tersebut adalah bentuk rasa pesimisme.

“Kemarin ada capres yang menyatakan pesimisme kalau mereka tidak terpilih Indonesia akan bubar dan punah. Dari mana kesimpulannya? Indonesia bubar atau eksis tergantung kita. Jadi hati-hati masyarakat pemilih Indonesia. Nyoblos nggak sampai 5 menit, nanti menyesalnya 5 tahun ke depan,” kata Dadan saat diskusi bertajuk Membaca Masa Depan: Seperti Apa Indonesia Jika Jokowi atau Prabowo Terpilih? yang diselenggarakan Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) di kawasan Kuningan, Jakarta, Jumat (4/1/2019).

Baca juga: Indonesia (Sebenarnya) Sudah Bubar

Baca juga: Negara Indonesia yang Diproklamirkan Bung Karno-Hatta Telah Dibubarkan Lewat Amandemen UUD 1945

Dadan menuturkan ada calon presiden tertentu menggunakan gaya politik Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang sukses menyingkirkan pesaingnya, Hillary Clinton pada tahun 2016 silam.

Loading...

“Persoalannya pada April ini perjalanan Indonesia ini mau kita titipkan ke siapa? Siapa yang bisa menciptakan trust kepada kita? Bukan kita ingin memetakan karakter seseorang, tetapi konseksensi seorang pemimpin harus dapat kita potret atau petakan. Kalau kita amati, gaya Trump dalam pilpres ini dipakai. Ini yang harus kita hindari. Kita butuh pemimpin yang dapat membawa bangsa ini lebih baik, sebab modal dasar kita cukup banyak,” sebutnya.

Baca juga: Soal Pidato 2030 Indonesia Bubar, Prabowo: Jangan Anggap Enteng

Dia mengingatkan banyak negara Balkan terpecah-belah akibat konflik SARA dan elit. “Jangan sampai Indonesia di masa depan seperti negara-negara Balkan. Siapa yang mau kita titipi?,” katanya.

Baca Juga:  DPR Ingatkan Perusahaan untuk Bayarkan THR Karyawan

“Saya tidak ingin mengkampanyekan si A dan si B. Tetapi ini demi kepentingn negara dan bangsa, kita butuh pemimpin yang visioner dan humble. Kita bisa melihat karakter pemimpinnya juga pendukung-pendukungnya. Mari kita hati-hati memilih pemimpin negara ini mempunyai modal besar, jangan sampai hancur untuk kepentingan sesaat dan tidak selektif memilih pemimpin Indonesia. Nanti kita menyesal di belakang hari,” pungkasnya.

(eda/edd)

Editor: Almeiji Santoso

Loading...

Terpopuler