Connect with us

Politik

Gubernur: Warga Kaltara Jangan Ada Yang Golput

Published

on

pendidikan politik, pendidikan anti golput, golput, golput pilkada, golput pemilu, angka golput, golput pilpres, golongan putih, nusantaranews

Golongan Putih (Golput). (Foto: Ilustrasi/Ist)

NUSANTARANEWS.CO, Tanjung Selor – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Irianto Lambrie mengajak sekaligus mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat yang memiliki hak pilih untuk menggunakan hak pilihnya dengan baik dalam pelaksanaan pemilu 2019, pada 17 April mendatang.

“Saya minta warga Kaltara jangan ada yang Golput,” tegas Irianto dalam keterangan resmi yang diterima nusantaranews.co, Kamis (11/4/2019).

Gubernur mengatakan, Pemilu adalah pesta demokrasi. Untuk itu, Irianto berharap agar jangan sampai karena Pemilu membuat perpecahan.

“Pilihan boleh beda, tapi jangan sampai karena perbedaan mengganggu keharmonisan dalam hubungan bermasyarakat,” kata Irianto.

Gubernur pun berpesan, agar warga selalu menjaga kerukunan dan keharmonisan. Apalagi di suasana menjelang Pemilu seperti sekarang. Warga diharapkan tidak mudah terprovokasi, terpancing dengan isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Jangan mudah percaya dengan berita hoax,” tegasnya.

Ditegaskan Gubernur, supaya masyarakat senantiasa menjaga kekompakan, serta keharmonisan. Warga juga diharapkan selalu bersyukur, dengan hasil pembangunan yang telah dicapai di wilayahnya.

Hal senada juga disampaikan Gubernur saat menghadiri acara perayaan Hari Ulang Tahun ke-35 Desa Kelubir, Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan di lapangan desa setempat, Selasa (09/04) lalu.

“Alhamdulillah, saya senang bisa hadir di tengah masyarakat Desa Kelubir, untuk bersama-sama turut memperingati Hari Ulang Tahun yang ke-35. Kepada para tokoh dan seluruh masyarakat Kelubir, atas nama Pemerintah Provinsi, dan secara pribadi saya mengucapkan selamat ulang tahun. Semoga desa ini semakin maju, masyarakatnya sejahtera dan yang terpenting juga tetap aman dan damai,” kata Irianto. (mys/nn)

Editor: Achmad S.

Terpopuler