Connect with us

Ekonomi

Gubernur BI Minta Masukan Ekonom Agar Ketergantungan Ekspor Komoditas Bisa Diatasi

Published

on

Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto Dok. Nusantaranews.co/Romandhon)

Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto Dok. NUSANTARANEWS.CO/Romandhon)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Pada kesempatan pertemuannya dengan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) di Jakarta, Senin (28/1/2019), Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meminta masukan sejumlah ekonom untuk mengatasi masalah ketergantungan pada ekspor komoditas di dalam negeri yang sudah berlangsung cukup lama.

Menurut Perry, ketergantungan Indonesia pada ekspor komoditas memicu ekonomi dalam negeri rentan terkena guncangan. Terlebih ketika sejumlah harga komoditas global tidak stabil, maka kinerja ekspor di dalam negeri juga turut terpengaruh.

Baca Juga:
Rizal Ramli Katakan Wajar Jokowi Panik dengan Situasi Defisit Current Account Nasional
Meski Surplus, Transaksi Modal di Kuartal III Tak Cukup Biayai Defisit Current Account
Fix! Current Account Deficit Indonesia Kuartal III 2018 Membengkak

Ketika terjadi tren penurunan pada kinerja ekspor, maka bisa mempengaruhi Current Account Deficit (CAD) atau defisit transaksi berjalan. Selama ini, lanjutnya Perry, melalui berbagai kebijakan, pihaknya bersama pelaku usaha telah berusaha menurunkan CAD.

Namun demikian, dirinya masih memprediksi berbagai upaya kebijakan dinilai belum bisa membantu banyak. Untuk itu dirinya mengatakan untuk keluar dari ketergantungan komoditas, Perry berharap kepada para ekonom untuk bisa memberikan masukan dan berbagi ide terkait menghubungkan sektor Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) kepada ekonomi digital.

Loading...

“Jadi ekonom sangat diperlukan untuk bisa mendukung pemikiran kebijakan menurunkan CAD dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Juga meningkatkan daya saing dan produktivitas, serta bagaimana ekonomi keuangan digital ke depan,” kata Perry Warjiyo.

Perry menjelaskan mengenai ekonomi Indonesia yang mengalami ketergantungan pada ekspor komoditas sudah berlangsung lama, yakni sejak tahun 1970 Indonesia bergantung pada ekspor komoditas. Diantaranya seperti minyak kelapa sawit dan batu bara.

Baca Juga:  Meningkatkan Kualitas Pemuda Indonesia Melalui Outsourcing

Pewarta: G. Wibisono
Editor: Romandhon

Loading...

Terpopuler