Connect with us

Berita Utama

Group Serang Kapal Induk Cina Gelar Latihan di Perairan Dekat Taiwan

Published

on

Group Serang Kapal Induk Cina Gelar Latihan di Perairan Dekat Taiwan

Group Serang Kapal Induk Cina gelar latihan di perairan dekat Taiwan/Foto: dailyexcelsior.com

NUSANTARANEWS.CO, Beijing – Group Serang Kapal Induk Cina gelar latihan di perairan dekat Taiwan. Angkatan Laut Cina menggelar latihan kelompok serang kapal induknya di perairan dekat Taiwan. Juru Bicara Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat Cina, Gao Xiucheng, pada Senin (5/4/) mengumumkan bahwa latihan tersebut merupakan bagian dari latihan rutin yang dijadwalkan tiap tahun.

Gao juga mengatakan bahwa latihan itu ditujukan untuk mengukur kemampuan kelompok serang kapal induk Cina tersebut serta meningkatkan kapabilitas untuk menjaga kedaulatan, keselamatan, dan kepentingan nasional – sebuah istilah yang bisa ditafsirkan untuk menaklukkan Taiwan yang dianggap sebagai provinsi yang memberontak oleh Beijing.

Juru bicara tersebut juga mengatakan bahwa latihan serupa akan terus dilaksanakan secara teratur di masa mendatang. Dalam pernyataan Senin malam tersebut, Angkatan Laut Cina tidak menyebutkan kapan latihan itu dimulai atau berapa lama latihan itu berlangsung.

Sementara itu, Amerika Serikat (AS) baru-baru ini telah memperingatkan Beijing atas peningkatan ancamannya terhadap Taiwan. Sejauh ini Washington juga telah menyetujui untuk menjual beragam jenis senjata bernilai milyaran dolar kepada Taiwan untuk memperkuat pertahanannya.

Dukungan AS juga diimplementasikan dengan semakin intensifnya kehadiran armada kapal perang dari Armada VII-nya di Laut Cina Timur dan Laut Cina Selatan untuk melakukan operasi rutin dengan dalih kebebasan navigasi seperti pada hari Sabtu (3/4) kemarin, Angkatan Laut AS kembali mengerahkan Kapal Induk Theodore Roosevelt dan group serangnya memasuki Laut China Selatan.

Cina yang mengklaim hampir seluruh perairan Laut Cina Selatan dengan tegas menolak kehadiran militer asing di wilayah tersebut. Beijing menganggap tindakan tersebut sebagai provokatif.

Baca Juga:  Ditinggal Doni Monardo, Pengamat Saran Sekjen Wantannas Patut Dijabat Pati TNI AL

AS sendiri telah membangun aliansi QUAD dalam konteks strategi “Indo-Pasifik” yang memang bertujuan untuk membendung pengaruh Cina yang semakin agresif di kawasan. (Banyu)

Loading...

Terpopuler