Connect with us

Politik

Golkar Desak Jokowi Lakukan Reshuffle Jilid II, Ini Alasanya

Published

on

Formasi baru kabinet kerja hasil reshuffle jilid II/Foto via SN

Formasi baru kabinet kerja hasil reshuffle jilid II/Foto via SN

NUSANTARANEWS.CO – Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo di usianya yang ke-3 dikhidmati dengan perayaan reshuffle jilid II. Perombakan menteri ini dinilai sebagai penyegaran energi Sumber Daya Manusia untuk bekerja lebih cepat, tepat, dan menguntungkan rakyat Indonesia. Pergantian menteri bagi sebagai kalangan pun dianggap sebagai upaya baik, karenya reshuffle yang dilaksanakan hari ini sudah tepat.

Politikus Golkar Hetifah Sjaifudian mendesak Presiden Joko Widodo segera mengubah komposisi kabinet. Pasalnya, tantangan ke depan semakin berat, sementara pencapaian justeru menurun.

(Baca: Dicopot, Rizal Ramli dan Sudirman Said Pamitan)

“Ekonomi stagnan,  bahkan cenderung turun. Pengangguran tinggi, pasar dunia lesu,” ujar Hetifah, Rabu (27/7).

Kabinet, kata Hetifah, harus visioner tapi mampu membuat banyak terobosan, responsif dan bisa menggerakkan peran dan partisipasi publik. “Sekarang kabinet jalannya masih tertatih-tatih,” keluh anggota Komisi II DPR itu.

Menurut Hetifah, hampir semua raport menteri merah. Bahkan, mereka hampir semua nampak kesulitan menyerap anggaran. “Belum lagi soal kekompakan dan sinergi, jauh dari harapan,” tegasnya.

(Baca juga: Rizal Ramli Diganti Luhut BP, Ini Formasi Resuffle Kabinet Jilid II)

Padahal, sambung Hetifah, kalau mau loncatan, bahkan harusnya kementerian, tanpa ada APBN pun harus bisa menstimulasi inisiatif dan gerakan masyarakat. “Lha yang ada dananya dari APBN saja gak jalan baik, kan jauh dengan tantangan yang harus diselesaikan,” tandasnya. (Achmad)

Terpopuler