EkonomiPolitik

Gerindra: Banyak Presiden Turun di Tengah Jalan Karena Masalah Ekonomi

masalah ekonomi, ekonomi negara, pertumbuhan ekonomi, partai gerindra, tugas presiden, kewajiban presiden, fungsi presiden, peran presiden, pembangunan infrastruktur, persepsi masyarakat, penilaian masyarakat, nusantaranews
Prabowo Subianto dan elit Partai Gerindra di alun-alun Ponorogo, Jawa Timur. (Foto: NUSANTARANEWS.CO/Muh Nurcholis)

NUSANTARANEWS.CO, Ponorogo – Penilaian atau persepsi masyarakat terhadap kinerja seorang presiden dengan kepala daerah sangat berbeda. Menurut anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Supriyanto, kinerja presiden dinilai berhasil manakala sukses membangun pertumbuhan ekonomi. Masalah ekonomi ini menjadi kunci berhasil atau tidaknya seorang presiden memimpin sebuah negara.

“Presiden dinilai berhasil dan bagus jika rakyat makmur, nilai tukar rupiah menguat tidak melemah dan terpenuhinya kebutuhan mendasar masyarakat seperti pendidikan, perumahan, lapangan kerja luas atau cenderung terpenuhinya pondasi kebutuhan masyarakat,” kata Supriyanto, Rabu (5/9/2018).

“Kepala daerah yang berhasil menurut masyarakat adalah yang pintar dan berhasil membangun infrastruktur. Hal itu menunjukkan kepala daerah tersebut jago lobi,” tambahnya.

Baca juga: Nilai Tukar Rupiah Diprediksi Bakal Terus Merosot

Supriyanto menambahkan, kinerja kepala daerah yang baik menurut masyarakat adalah berhasil dari hal sederhana. “Misalnya jago lobi, enak ditemui, enak diundang, mengurus surat-surat mudah,” tutur politisi Partai Gerindra ini.

Baca Juga:  Sumur Minyak Ditemukan, Permahi Aceh Desak Pemprov dan BPMA Aceh Entas Kemiskinan

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa seorang kepala daerah sebenarnya mayoritas menggantungkan anggaran dari pusat atau hanya membelanjakan saja.

Terkait banyaknya kepala daerah yang tertarik mendukung Joko Widodo pada Pilpres 2019, Supriyanto mengatakan karena mindset yang terbangun di benak mereka kepala daerah bisa mendapat kucuran anggaran besar dari pusat (APBN).

Baca juga: Dolar Tembus Rp 15.000 di Masa Jokowi, Janji Kampanye yang Tak Terpenuhi

“Dengan harapan nanti dapat proyek pusat banyak, sehingga kalau benar dapat kucuran dana dari pusat, si kepala daerah akan leluasa membangun infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat,” imbuhnya.

Pria yang akrab disapa Kang Pri ini menambahkan bahwa persepsi publik terhadap presiden adalah rakyat ingin serba murah dan mudah.

Sekali lagi mantan Ketua DPRD Ponorogo ini memaparkan keberhasilan seorang presiden dinilai dari faktor fundamental ekonomi.

“Di beberapa negara, banyak presiden turun di tengah jalan karena masalah ekonomi,” tukasnya.

Pewarta: Muh Nurcholis
Editor: Banyu Asqalani & Gendon Wibisono

Related Posts

1 of 2.689