Gerai Sepatu Clarks Gulung Tikar, Manajemen: Kenyataannya Daya Beli Memang Melemah

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Kabar duka datang dari PT Anglo Distrindo Antara. Manajemen perusahaan yang merupakan distributor sekaligus pemegang hak merek Clarks di Indonesia ini terpaksa harus merumahkan karyawannya lantaran bakal gulung tikar mulai 28 Februari 2018 nanti.

Sepatu Clarks adalah merek ternama dari Inggris yang harus menutup gerainya di seluruh tanah air karena tidak sanggup mengeluarkan biaya yang terlalu besar, sementara penjualan terus anjlok sejak 2016 lalu.

Perwakilan Manajemen Anglo Distrindo Antara, Rubby Destrison, seperti dikutip CNN Indonesia mengaku sangat sedih dengan penutupan gerai sepatu Clarks di seluruh Indonesia. Tapi, ia tak bisa berbuat banyak karena faktanya penjualan sepatu anjlok hingga 50 persen dalam rentang waktu dua tahun belakangan.

Artinya, melemahnya daya beli masyarakat Indonesia di era kepemimpinan Joko Widodo bukanlah kabar bohong seperti yang kerap dibantah pemerintah selama ini.

Clarks Indonesia bukanlah ritel pertama yang harus tutup lapak. Gerai-gerai dari binis PT Mitra Adiperkasa (MAPI), Lotus Department Store, 7 Eleven (Sevel), Matahari department store dan lainnya bahkan sudah lebih dulu menutup lapaknya di tanah air.

https://www.instagram.com/p/BeW8-J9HmXY/?hl=id&taken-by=clarks.id

Beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo dan Menteri Perdagangan kompak membantah telah terjadi penurunan daya beli masyarakat. Pemerintah bersikukuh daya beli masih stabil meskipun banyak para pelaku pasar menuruti dan beberapa ritel tutup.

Celakanya, dalam suatu kesempatan Presiden justru menuduh bahwa penurunan daya beli masyarakat hanya akal-akalan lawan politik semata.

Mengenai tutupnya Clarks Indonesia ini, Rubby Destrison mengatakan bahwa pada kenyataannya daya beli masyarakat memang melemah. “Kenyataannya, daya beli memang melemah. Masyarakat menahan belanja mereka. Kami terkena imbasnya,” kata dia.

Sekadar tambahan, menjelang closing sale, Clarks memberikan diskon besar-besaran. Di laman resminya yang dikutip Rabu (31/1/2018), Clarsk memberikan diskon dari 50 hingga 80 persen. Targetnya, semua produk mesti habis terjual, bahkan juga akan memberikan tambahan diskon 20 persen.

Baca Juga:  Kerap Dijadikan Dalih, Tahun 2018 Jokowi Harus Evaluasi Pembangunan Infrastruktur

Clarks Closing Sale 50%-80%!! Everything must go!” tulis Clarks dalam lamannya tersebut.

Adapun tiga gerai Clarks yang akan ditutup akhir Februari nanti di antaranya Paris van Java di bandung, Tunjungan Plaza di Surabaya dan AEON Mall di BSD City Tanggerang.

Penutupan akan dilakukan secara bertahan karena bulan berikutnya toko di Kelapa Gading Mall 3, Grand Indonesia dan Senayan City juga akan menyusul tiga toko sebelumnya. (red)

Editor: Romandhon MK