Hankam

Generasi Muda, Agen Pencegahan Meluasnya Narkoba

NUSANTARANEWS.CO, JemberNarkoba adalah ancaman nyata bagi generasi muda Indonesia di masa kini dan mendatang. Terungkapnya penyelundupan narkoba jenis sabu dalam jumlah tak sedikit di awal-awal tahun 2018 menandakan bahwa narkoba masih terus mengincar tanah air.

Karenanya, sosialisasi bahaya narkoba kepada generasi muda, terutama di kalangan pelajar sudah sepatutnya untuk terus digalakkan oleh setiap kalangan, termasuk masyarakat sendiri.

Berbagai kesempatan bisa dimanfaatkan untuk mensosialisasikan bahaya narkoba kepada generasi muda dan para pelajar. Ambil contoh misalnya upaya yang dilakukan Serma Iwan Abdillah di Jember.

Memanfaatkan agenda pramuka, siswa-siswi sekolah menengah atas Kartika Jember menerima materi bahaya narkoba dari Serma Iwan yang merupakan angora staf teritorial Kodim Jember. Ini adalah salah satu tugas utama Serma Iwan yakni memberikan pembinaan.

“Adik-adik untuk lebih fokus dan rajin dalam belajar, adik-adik ini adalah kader-kader generasi Bangsa Indonesia sehingga diharapkan kesempatan belajar yang sudah didapatkan saat ini dapat dimanfaatkan bebar-benar dengan baik untuk bekal dalam meniti masa depannya,” kata Serma Iwan di hadapan 125 siswa tersenut, Jember, Sabtu (17/2/2018).

Baca Juga:  Kodim 0911/Nnk Gelar Komsos Dengan Berbagai Komunitas di Nunukan

Baca juga:
TNI AL Grebek 1 Ton Sabu di Batam Sudah Sesuai Hukum Nasional dan Internasional
Jadikan Indonesia ‘Neraka’ Bagi Para Pengedar Narkoba
Narkoba Menggila, Prajurit TNI Patut Diakomodasi Masuk Jajaran BNN
Cina Gagal Selundupkan 150 Ton Narkoba, IPW: Indonesia Pasar Potensial

“Hidari berbagai hal negatif baik pergaulan bebas, hal-hal yang melanggar tata tertib sekolah maupun melanggar hukum, jangan sampai adik-adik terjerumus atau terpengaruh oleh narkoba,” katanya.

“Kalau kita ikuti di media telivisi terkait berita penyalahgunaan narkoba yang hampir setiap hari ada dan banyak dilakukan oleh generasi muda, ini yang tidak kita inginkan,” ujarnya.

Ia menuturkan, Pramuka Saka Wira Kartika harus bebas dari narkoba. “Kita harus menjadi agen pencegahan meluasnya penyalahgunaan narkoba di sekitar kita,” tegasnya.

Program pembinaan Pramuka Saka Wira Kartika merupakan salah satu program guna mengawal generasi muda agar tidak salah jalan, secara dini mereka harus diarahkan kepada kegiatan-kegiatan positif seperti kegiatan kepramukaan dan lain-lain.

Baca Juga:  Imbangi AUKUS, Prancis Tingkatkan Kerjasama Militer Dengan Indonesia

Peran generasi muda sangat strategis karena ditangan merekalah nantinya masa depan Bangsa Indonesia untuk itu keberadaannya harus benar-benar kita kawal kita jaga jangan sampai mereka dirusak oleh pengaruh-pengaruh negatif, oleh perbuatan-pebuatan negatif yang akan merugikan dirinya, keluarganya maupaun merugikan regenerasi bangsa,” kata Dandim Jember saat dikonfirmasi.

Sekadar tambahan informasi, beberapa waktu lalu sebanyak 150 ton bahan baku narkoba asal Cina yang hendak diselundupkan ke Indonesia berhasil digagalkan aparat keamanan di Timor Leste.

Kasus kedua, TNI AL berhasil menangkap sebuah kapal Sunrise Glory di perairan Batam. Dari hasil penggeledahan, TNI berhasil menemukan 1 ton lebih narkoba jenis sabu di dalam 41 karung beras yang dibawa kapal tersebut.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengganjar penghargaan kepada 12 anggota TNI AL yang menggagalkan penyelundupan narkoba berupa sabu-sabu seberat lebih dari satu ton di perairan Batam.

Penghargaan kru kapal KRI Sigurot-864 yang menangkap KM Sunrise Glory tersebut diwakili oleh komandan kapal Mayor Arizzona Bintara. Selain kru kapal dari TNI AL, petugas dari Badan Narkotika Nasional dan Ditjen Bea Cukai juga menerima penghargaan dari Kepala BNN Budi Waseso. (red)

Baca Juga:  TNI Bantu Pasang Solar Cell Hingga Perbaiki Perahu Warga di Papua

Editor: Yahya Suprabana

Related Posts

1 of 17