Connect with us

Politik

Gelar Sosialisasi Empat Pilar, Gus Yaqut: Menguatnya Politik Identitas Agama Memicu Lahirnya Konflik Horizontal

Published

on

Gus Yaqut Sosialisasikan Empat Pilra (Foto Nusantaranews)

Gus Yaqut Sosialisasikan Empat Pilra (Foto Nusantaranews)

NUSANTARANEWS.CO, Pekalongan – Anggota Komisi VI DPR RI, Yaqut Cholil Qoumas mengajak masyarakat untuk lebih mengenali dan memahami landasan ideologi, konstitusi, komitmen kebangsaan serta semangat kesatuan dalam perbedaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia yang terangkum dalam empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara. Keempat pilar tersebut yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Nilai-nilai empat pilar kebangsaan dapat dijadikan landasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, selain itu juga merupakan dasar karakter bangsa yang harus terus dipertahankan dan dijaga dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Gus Yaqut dalam keterangan tertulisnya, Minggu (20/5/2018).

“Melandaskan empat pilar ini akan menjadi penyangga kokoh bagi aspek kehidupan berbangsa dan bernegara yang menghantarkan kepada kesejahteraan dan keadilan,” sambungnya.

Gus Yaqut menerangkan sosialisasi ini memiliki makna yang sangat mendalam bagi kehidupan berbangsa dan bernegara yakni untuk rasa cinta tanah air, memiliki wawasan kebangsaan serta untuk memperkuat potensi integrasi bangsa seperti kerukunan antar suku, golongan dan lain sebagainya dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Momentum sosialisasi ini dapat dijadikan sebagai pembangkit semangat dalam membangun kesadaran untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan berbangsa dan bernegara dalam hidup berdampingan dengan rukun pada bingkai NKRI,” terangnya.

Lebih lanjut Gus Yaqut mengingatkan sebagai bangsa yang majemuk, masyarakat tidak perlu terpancing dengan isu SARA yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan.

“Menguatnya politik identitas keagamaan dan ras memicu lahirnya konflik horizontal. Oleh karena itu saya berharap masyarakat tidak boleh terpancing dengan isu-isu seperti itu,” tandasnya. (nn/red)

Editor: Romandhon

Loading...

Terpopuler