Connect with us

Hankam

Gelar Pameran Industri Perhatanan, Indonesia Siap Jadi Produsen Alutsista Dunia

Published

on

Petugas merapikan susunan pakaian anti peluru pada Indo Defence Expo 2014 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Rabu (5/11/2014). (ANTARA FOTO/M. Agung Rajasa)

Petugas merapikan susunan pakaian anti peluru pada Indo Defence Expo 2014 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Rabu (5/11/2014). (ANTARA FOTO/M. Agung Rajasa)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu mengungkapkan bahwa Indonesia telah mampu untuk mandiri dan dalam proses untuk menjadi produsen alutsista yang mampu berkiprah di kancah internasional.

“Hal ini bukan suatu yang ambisius tetapi sebuah realita yang harus diwujudkan bersama, karena pada dasarnya bangsa Indonesia telah ditakdirkan menjadi bangsa yang berpotensi besar untuk berinovasi dan mengembangkan industri yang berbasis teknologi canggih,” kata Menhan Ryamizard saat memberikan keynote speech pada pembukaan pameran industri pertahanan, JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (7/11/2018)

Simak:

Ryamizard menjelaskan, perkembangan teknologi masa kini yang begitu pesat dan sarat dengan nuansa kompetisi global antar bangsa, pada gilirannya memiliki arti penting dalam menentukan eksistensi suatu bangsa.

Oleh karena itu melalui pameran ini, Menhan berharap Indonesia ingin menunjukkan capaian strategis yang ditunjukkan oleh industri dalam negeri Indonesia dalam menjawab tantangan dan peluang serta menjawab tantangan.

“Harapannya juga forum ini dapat digunakan untuk mensosialisasikan kebijakan dan road map kementerian dalam pengembangan industri pertahanan nasional,” imbuhnya.

Menurut Menhan Tema Indo Defence Business Forum kali ini yakni “Promoting National Defence Industry” sangat relevan dan tepat waktu di tengah upaya pemerintah untuk mewujudkan kemandirian industri pertahanan nasional yang berstandar internasional, maju, berkualitas dan modern.

Baca Juga:

Terkait implementasi UU No.16 tahun 2012 beserta aturannya, lanjutnya, ada beberapa hal yang menjadi pekerjaan rumah bersama agar upaya mencapai kemandirian industri pertahanan dalam negeri menjadi semakin cepat.

“Hingga saat ini terdapat 68 industri yang telah ditetapkan sebagai industry pertahanan dalam berbagai tingkatannya. Hal ini perlu diakselerasi agar semakin banyak industri yang dapat berpartisipasi,” kata Menhan.

Pewarta: Roby Nirarta
Editor: Achmad S.

Advertisement

Terpopuler