Politik

Gaya Oligarki Picu Partai Politik Gagal Lahirkan Pemimpin Berkualitas

Sejumlah Berndera Partai Politik (Foto Ilustrusi)
Sejumlah Berndera Partai Politik (Foto Ilustrusi)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Gaya oligarki yang masih digunakan partai politik di Indonesia menurut mantan Juru Bicara Presiden RI ke-4, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Adhie M Massardi memicu Indonesia gagal melahirkan pemimpin berkualitas. Bahkan dirinya menyebut, hampir semua parpol gagal melahirkan kader yang baik.

Budaya oligarki ini lanjut dia, mengakibatkan partai partai politik di Indonesia banyak melakukan korupsi. Dan karena sistem oligarki pula, maka semua kebijakan kebijakan lebih berorientasi pada kepentingan golongan.

“Ini memang harus ada mekanisme pembersihan di partai-partai politik,” kata Adhie M Massardi beberapa waktu lalu (19/2) di Jakarta Selatan.

Situasi ini pula yang memicu pola permainan lebih banyak mengandalkan uang. “Ke depan kalau presidenya terpilih yang benar, dia bisa membersihkan parpol parpol dari korupsi,” ujarnya.

Baca Juga: Partai Politik Gagal Pengkaderan

Ketua Umum Perkumpulan Swing Voters Indonesia (SVT) ini mengatakan, jika demokrasi di Indonesia ke depan dijalankan secara benar, maka hasilnya nanti akan lebih baik dari pada saat ini.

Baca Juga:  Pemkab Ponorogo Dorong Berdirinya KIM di Seluruh Desa/Kelurahan

Ia menegaskan, situasi sekarang hampir semua parpol gagal melahirkan kader-kadernya. “Bahkan gagal melakukan pendemokrasian di tubuhnya sendiri,” jelasnya.

“Sekarang di kita ini, ada partai dinasti, yang mementingkan keturunannya. Ada oligarki, yang mementingkan sejumlah pemimpin kemudian menentukan arah Parpol,” kata dia.

Sebagai contoh ia menyebutkan sederet parpol tanah air yang masih memperagakan gaya oligarki partai. “Seperti mekanisme di PKS itu kan elite yang menentukan. Golkar juga elite yang menentukan. Di PDIP, PAN Demokrat oligarki keluarga,” sambungnya.

Untuk itu, ke depan lanjut Adhie, tidak boleh ada lagi hal hal seperti itu. Menurut dia, partai harus betul betul rasional, yang didukung oleh kader-kadernnya secara demokratis.

“Itulah pentingnya perubahan di paprol sendiri,” tegasnya.

Sebagai informasi, aligarki merupakan kekuasaan yang dikendalikan oleh sedikit orang, tetapi memiliki pengaruh dominan dalam pemerintahan. Oligarki merupakan tipe klasik suatu bentuk kekuasaan.

Istilah ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu oligoi berarti ‘beberapa’ atau ‘segelintir’ dan arche berarti ‘memerintah‘.

Baca Juga:  Airlangga Hartarto dan Puan Bertemu, Ketua Golkar Jatim Beri Sinyal Untuk Pemilu 2024

Dengan kata lain, oligarki adalah bentuk pemerintahan yang dipimpin beberapa orang, namun untuk kepentingan beberapa orang tersebut (bentuk negatif).

Pewarta: Romandhon

Related Posts

1 of 3,050