Connect with us

Puisi

Gawai dan Anak-anak Belasan Tahun, Sajak-sajak Yanwi Mudrikah

Published

on

gawai, anak-anak, belasan tahun, sajak, sajak-sajak. yanwi mudrikah, kumpulan sajak, nusantaranews

Anak-anak Indonesia. (Foto: Istimewa)

Gawai dan Anak-anak Belasan Tahun

ketika gawai sudah dalam genggaman
anak-anak diam, tenang
mereka asyik-masyuk memainkannya
:memainkan jarinya
ke kanan
ke kiri
ke atas
ke bawah

ketika gawai menjadi kebiasaan
anak-anak melupakan tradisi leluhur
melupakan budaya sesungguhnya

ketika mereka gandrung
duh, segala di sekitarnya
menjadi murung

Darmakradenan, 1 Oktober 2019

 

Permainan Jaman Baheula

Satu, dua, tiga
angka-angka yang menyatu
dalam ingatan
apapun permainannya
apapun logika bermain

satu, dua, tiga
ji, ro, lu (siji, loro, telu)
hitungan dalam ingatan

satu, dua, tiga
main jitungan
main kelerengan
main petak umpet
main gobak sodor
main catur
main karambol
main sunda manda
main sepak tekong
satu, dua, tiga
ji, ro, lu

Darmakradenan, 1 Oktober 2019

 

Di Belakang Rumah

anak-anak menata batu
menata bata
dibuat tungku
mereka menata
batu dengan batu
batu dengan bata
jadilah kompor sederhana

itulah bagian dari masa kecil
bermain masak-masakan
: masak daun melinjo, masak tempe goreng
sambil menikmati alam
dan semilirnya angin
di belakang rumah

Darmakradenan, 1 Oktober 2019

 

Lagu Ilir-Ilir

dinyanyikan waktu kecil
ketika ditimang-timang oleh Bapak
sambil bercerita
tentang dongeng
dan kisah-kisah para nabi

lagu ilir-ilir
kutirukan saat mendengarnya
dan iramanya
kusimpan baikbaik
sampai sekarang

Darmakradenan, 1 Oktober 2019

 

Bunga Krisan
(berwarna kuning)

yang kubeli dari seorang kawan
ia aku rawat
ia aku ruwat
hingga kupuisikan
selama hidupnya

mekarlah bunga-bunga ku…
sekalipun hati linglung
sekalipun hati bingung

Darmakradenan, 1 September 2019

 

 

 

 

 

 

Penulis: Yanwi Mudrikah, lahir di Darmakradenan, Ajibarang, pada 12 Agustus. Aktif menulis sastra sejak tahun 2010, saat masih duduk di bangku kuliah. Karya-karyany aterpublikasikan di Suara Pembaruan (Jakarta), Minggu Pagi (Yogyakarta), Koran Merapi (Yogyakarta), Satelitpost (Purwokerto), Radar Banyumas (Purwokerto), Pikiran Rakyat (Bandung), Flores Sastra (Flores), Suara Merdeka (Semarang), Solo Pos (Solo), Jurnal Sajak (Jakarta), Indopos (Jakarta), Majalah Mayara (Surabaya), Harian Tangsel (Jakarta), Banjarmasinpost (Banjarmasin), Harian Waktu (Bandung), Majalah Embun (Surakarta), Riaupos (Riau), NusantaraNews.co, www.litera.co.id, SastraPurnama.com, Harakatuna.com, Radar Bojonegoro (Jawa Timur), http://poetryprairie.com/2018/12/12/kembali-ke-rumah- cahaya/, Kompasiana.com, Detik.com, www.haripuisi.info, https://normantis.com/2018/09/17/seorang laki-laki-dan-masalalu-puisi-yanwimudrikah/, Majalah Ancas (Banyumas, Jawa Tengah) dan Media Indonesia (Jakarta). Karya puisinya juga terdokumentasi dalam Antologi Puisi Hari Puisi Indonesia 2016 216 Penyair Indonesia (Yayasan Hari Puisi Indonesia, Yayasan Sagang 2016); Antologi Di Bawah Sadar Di Atas Sadar (Forum BKI, 2013); Antologi Cahaya Tarbiyah (Forum Mahasiswa Tarbiyah, 2013); Creative Writing (STAIN Press, 2013); Kampus Hijau (STAIN Press, 2015); Pilar Puisi 2 (STAIN Press, 2015); Pilar Puisi 3 (Sekolah Sastra Peradaban, 2016); Rumah Penyair 3 (Kepompong Press, 2016); Seberkas Cinta Antologi Puisi 89 Penyair Indonesia (Digna Pustaka, 2016); Antologi Puisi Membaca Kartini Memaknai Emansipasi dan Kesetaraan Gender (Komunitas Joebawi, 2016); dan Beberapa sajaknya lolos dalam Indonesian Literary Collective (ILIC, Jerman 2014); Senyuman Lembah Ijen Antologi Puisi Nusantara (TareSi Publisher, 2018); Perempuan Memandang Dunia Kumpulan Puisi Perempuan Penyair Nusantara (Tema Litera, 2018); Antologi Puisi Bengkel Sastra Taman Maluku Menjemput Rindu Di Taman Maluku (Bengkel Sastra Taman Maluku Semarang, 2018); A Skyful of Rain Antologi Puisi Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival 2018 (Tahura Media, 2018). Dan buku puisi pertamanya Rahim Embun (2013); buku puisi keduanya Menjadi Tulang Rusukmu (2016);dan buku puisi ketiganya Menjadi Ibu (2019). Riwayat pendidikannya, untuk Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Pertamanya diselesaikan di desa kelahirannya. Kemudian, ia melanjutkan di Madrasah Aliyah Negeri 1 Purwokerto, sempat tinggal di Pondok Pesantren Al-Amin Mersi, Purwokerto. Pada tahun 2011 ia menyelesaikan S-1 (S.Sos.I) di STAIN Purwokerto—sekarang IAIN Purwokerto jurusan Dakwah/Komunikasi Penyiaran Islam. Pada tahun 2015 ia menyelesaikan S-2 (M.Pd) di Universitas Muhammadiyah Purwokerto jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI). Saat ini berprofesi sebagai dosen terbang (pengajar tamu) di perguruan tinggi swasta di Purwokerto dan Cilacap. Selain itu, dia mengasuh dan menggerakkan Komunitas Sastra Gubug Kecil Indonesia, di Ajibarang-Banyumas (Jawa Tengah). E-mail : [email protected] Facebook Yanwi Mudrikah.

Baca Juga:  779 Babinsa Dikumpulkan

Terpopuler