Connect with us

Ekonomi

Garudafood Akan di-IPO-kan

Published

on

Garudafood (Foto Istimewa)

Garudafood (Foto Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarata – Kabar mengenai Garudafood yang akan di-IPO-kan (initial public offering/penawaran saham) dibenarkan oleh Chairman Garudafood Group, Sudhamek Agung Waspodo Sunyoto. Rencananya sebanyak 10 persen saham perusahaan tersebut akan dilepas.

“Iya, kami sudah melakukan pendaftaran pertama,” kata Sudhamek Agung sebagaimana dikutip dari Kontan, Selasa (10/7/2018).

Mengennai kabar IPO yang akan dilakukan Garudafood sebenarnya menyebar jauh-jauh hari. Tahun lalu, Bloomberg memberitakan bahwa Garudafood berencana melaksanakan IPO pada tahun 2018. Dari hasil IPO tersebut diperkirakan perusahaan bisa mengumpulkan dana segar hingga USS 200 juta.

Pada 12 Juni 2018 lalu, Bloomberg mengutip sejumlah sumber melaporkan, perusahaan investasi Singapura CVC Capital Partners telah berinvestasi di Garudafood. CVC menginvestasikan dana sekitar US$ 150 juta di Garudafood menjelang penawaran umum perdana yang direncanakan.

Baca Juga:
Komitmen Indonesia Dalam Transparansi Anggaran
Ronde Pertama Perang Dagang AS dan Cina Telah Dimulai
Pertengahan 2018 Rezim Transparansi Global Berlaku

Sebagai informasi, Garudafood adalah perusahaan makanan dan minuman di bawah kelompok usaha Tudung (Tudung Group). Selain GarudaFood, Tudung Group juga menaungi SNS Group (PT Sinar Niaga Sejahtera, bergerak di bisnis distribusi dan logistik), PT Bumi Mekar Tani (BMT, fokus di bidang plantations), PT Nirmala Tirta Agung (NTA, bisnis air minum dalam kemasan bermerek Mayo), PT Dairyland Indonesia (DLI, memasarkan susu kemasan kaleng bermerek Prestine), dan Global Solusi Inti (GSI, bergerak di bidang pelayanan jasa pelatihan, seminar, event-organizer, dan konsultasi manajemen).

GarudaFood Group berawal dari PT Tudung, didirikan di Pati, Jawa Tengah, pada 1958 dan bergerak di bisnis tepung tapioka. Pada 1979, PT Tudung berganti nama menjadi PT Tudung Putrajaya (TPJ). Pendiri perusahaan adalah mendiang Darmo Putro, mantan pejuang yang memilih menekuni dunia usaha setelah bangsa Indonesia merdeka.

Editor: Romandhon

Advertisement
Advertisement

Terpopuler