Connect with us

Puisi

Garis Waktu, Penantian dan Bumiku Sirna

Published

on

cerpen, cerpen, nasrul m rizal, 72 jam, 72 jam yang lalu, nusantaranews, cerpen nusantara, cerpen indonesia, cerpenis indonesia, nusantara news

The Persistence of Memory by Salvador Dali 1931. (Foto: Dictio Community)

Garis Waktu

Jika aku mati
Biarlah air tetap mengalir
Meresap hingga akar jantungku
Biarlah pepohonan tumbuh
Dan berbuah cinta

Tak ada lagi makna hidup
Tanpa menghidupi
Tak ada lagi nikmat hidup
Tanpa memberi arti hidup

 

Penantian

Ketika matahari bersembunyi
Dan senja menjadi rahasia
Biarlah gerimis
Menjadi penggantimu

Jangan biarkan hujan menjadi penghalang
Diantara pelangi dan awan
Yang akan bersatu
Di langit yang fana

 

Bumiku Sirna

Langit yang cerah kini menjadi semu
Dengarkanlah bisikan angin menangis sendiri
Kini hanya ada peradaban yang sakit
Yang bisa kupeluk seperti guling rahasia
Kebahagiaan hanya sebuah bayangan
Bumiku telah ditelan senja

 

 

 

 

Keterangan: Garis Waktu, Penantian dan Bumiku Sirna adalah sajak-sajak karya Khusnul Maslakhah

Loading...

Terpopuler