Connect with us

Mancanegara

Gantikan F-18 Hornet, Spanyol Retrofit 70 Eurofighter Typhoon Tranche 1

Published

on

Gantikan Armada F-18 Hornet, Spanyol retrofit 70 Eurofighter Typhoon Tranche 1

Gantikan Armada F-18 Hornet, Spanyol retrofit 70 Eurofighter Typhoon Tranche 1/Foto: Aviation

NUSANTARANEWS.CO, Madrid – Gantikan F-18 Hornet, Spanyol retrofit 70 Eurofighter Typhoon Tranche 1. Angkatan Udara Spanyol akan meningkatkan 70 jet tempur Eurofighter Typhoon Tranche 1 yang ada saat ini sebagai persiapan untuk menggantikan 85 armada F-18 Hornet pada tahun 2025 – sekaligus menandai pilar penting dalam memperkuat kemampuan industri dirgantara Spanyol. Menurut laporan Janes, peningkatan tersebut adalah bagian dari rencana modernisasi yang lebih besar untuk armada tempur Angkatan Udara Spanyol.

Kementerian Pertahanan Spanyol mengatakan bahwa akan bekerja sama untuk mengimplementasikan peningkatan yang diusulkan yang akan memastikan peran fundamental dari Eurofighter di jantung Angkatan Udara Spanyol selama dekade mendatang dan juga akan menopang stabilitas berkelanjutan produksi pesawat tempur di Spanyol.

Untuk diketahui, Spanyol berpartisipasi dalam program Eurofighter dengan memegang 14% Airbus DS, Jerman (30%); Inggris dengan BAE Systems (36%); Italia dengan Leonardo (20%). Dalam jalur perakitan terakhir di Getafe, Spanyol memproduksi semua sayap kanan dari 623 pesawat yang dipesan oleh sembilan negara (Jerman, Inggris, Italia, Spanyol, Austria, Arab Saudi, Kuwait, Oman dan Qatar ).

Februari tahun lalu, Angkatan Udara Spayol telah menerima Eurofighter Thypoon Tranche 1 upgrade pertama. Peningkatan dilakukan di fasilitas Airbus di Getafe yang mencakup modifikasi perangkat keras yang mendukung Program Penerbangan Operasional 02 (OFP-02) yang dikembangkan oleh Pusat Logistik Persenjataan dan Eksperimental (CLAEX) di Angkatan Udara Spanyol.

Upgrade yang dikembangkan oleh Airbus mencakup modifikasi yang mengintegrasikan peralatan Tranche 2 dan Tranche 3 di pesawat, seperti Computer Symbol Generator, Digital Video and Voice Recorder, Laser Designator Pod dan Maintenance Data Panel. Ini juga akan menjadi standar kemampuan 15 pesawat Angkatan Udara Austria yang diminati oleh Indonesia bila di upgrade. (Austria membeli 15 Typhoon pada tahun 2003 seharga US$ 2 miliar).

Baca Juga:  Tolak Negosiasi dengan ARSA, Pasukan Myanmar Tanam Ranjau di Perbatasan

Saat ini program modernisasi Eurofighter Typhoon Tranche 1 dan peningkatan operasionalnya tidak mengalami kendala, termasuk integrasi rudal meteor yang diproduksi oleh konsorsium perusahaan Eropa yang dipimpin oleh MBDA Hal tersebut dikemukan oleh juru bicara resmi Angkatan Udara Spanyol, Letnan Kolonel Marcos Díez Estévez.

Rudal meteor dengan jangkauan lebih dari 100 kilometer ini telah menjadi standar Angkatan Udara Eropa, dapat dintegrasikan ke Gripen Swedia, Rafale Prancis, dan F-35 Inggris. Persenjataan Eurofighter Typhoon selain Meteor, juga dilengkapi dengan AMRAAM, ASRAAM, IRIS-T dan rudal udara-ke-udara AIM-9L, bom berpemandu laser Paveway II dan GBU-16. Tangki bahan bakar eksternal serta pengisian bahan bakar udara-ke-udara.

Airbus DS juga ingin memperkenalkan radar E-Scan di seluruh armada. Adaptasi ini akan meningkatkan kapasitas: deteksi, serangan dan identifikasi; Mode SAR (radar apertur sintetis); transmisi gambar; pengukuran elektromagnetik; dan integrasi senjata pintar – membawa perbaikan dalam pemrosesan dan peperangan elektronik.

Dengan memodernisasi 70 Eurofighter Typhoonnya, Angkatan Udara Spanyol dapat mengandalkannya hingga 2045 – ketika Future Combat Aircraft System (FCAS) jet tempur Eropa yang ambisius menggantikannya.

Spanyol menerima Eurofighter Typhoon pertama pada tahun 2003. Meskipun bukan pesawat siluman seperti F-35, Thypoon dibangun dengan 80% bahan komposit. Eurofighter adalah salah satu pesawat tempur multi-role paling canggih saat ini dengan kemampuan tempur udara-ke-udara dan udara-ke-permukaan secara bersamaan dan kompatibel dengan teknologi rudal terbaru dan tercanggih.

Dengan 623 pesawat telah digunakan oleh Jerman, Inggris, Italia, Spanyol, Austria, Arab Saudi, Oman, dan Kuwait, boleh dikatakan Eurofighter Typhoon saat ini merupakan program pengadaan militer terbesar di Eropa.

Berkenaan dengan hubungan biaya terhadap kinerja, Eurofighter Typhoon memang memberikan solusi yang paling hemat biaya. Perkiraan Jane tentang biaya per jam terbang aktual untuk Eurofighter oleh Royal Air Force (RAF) sekitar US$ 18.000 per jam terbang. Sedangkan biaya pengoperasian F-35A Royal Australian Air Force (RAAF) dengan asumsi layanan operasional selama 30 tahun dengan 200 jam per tahun untuk setiap pesawat, mencapai US$ 21.000 per jam terbang. Laporan itu juga memproyeksi biaya operasi varian F-35 B & C hingga tahun 2029, yang mencapai US$ 31.000 per jam terbang. (Agus Setiawan)

Baca Juga:  Rektor UNKRIS Resah Dengan SNP yang Menghilangkan Muatan Pancasila dari Materi Wajib Kurikulum

Loading...

Terpopuler