Connect with us

Ekonomi

Ganti Daging Milik Konsorsium, Kementan Rekomendasikan Impor Baru Sebanyak 10 Ribu Ton

Published

on

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman

NUSANTARANEWS.CO – Ganti Daging Milik Konsorsium, Kementan Rekomendasikan Impor Baru Sebanyak 10 Ribu Ton. Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan bahwa Pemerintah akan mengganti jumlah daging milik konsorsium 10 perusahaan ditambah PT Artha Graha yang telah digunakan untuk operasi pasar dalam 2 minggu terakhir ini.

Pasalnya, daging sapi beku sebanyak 8.110 ton yang telah digelontorkan untuk operasi pasar tersebut adalah stok daging yang akan digunakan untuk memenuhi permintaan industri pengolahan makanan, hotel, restoran dan industri yang lainnya.

“Iya itu stok para importir daging, yang posisinya ada di gudang dan ada yang di kapal. Jadi itu akan kita gantikan,” ungkap Amran saat ditemui di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (20/6/2016).

Agar kegiatan industri makanan tidak terganggu, Amran mengatakan, maka daging tersebut harus diganti. Terkait penggantiannya, lanjut Amran, pihaknya telah mengajukan rekomendasi impor yang baru sebanyak 10.000 ton. “Ya minimal diganti 10.000 ton, karena operasi pasar mungkin masih akan dilakukan, dan kemungkinan stoknya masih akan terpakai,” ujarnya.

Sedangkan terkait status daging industri yang digunakan, Amran menyebutkan, hal itu sudah tidak ada masalah lagi. Pasalnya, jika merujuk pada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 130 tahun 2014 menyatakan bahwa daging industri dilarang dijual ke pasar tradisional.

Loading...

Akan tetapi, Amran menambahkan, daging yang digunakan untuk operasi pasar tersebut sudah dialihkan statusnya menjadi daging rakyat dan bisa dijual ke pasar tradisional.

Menurut Amran, perubahan status daging tersebut bersamaan dengan penyediaan rekomendasi impor baru yang akan dikeluarkan Kementan. “Kan sudah diganti, jadi jangan pikir daging industri lagi,” ungkapnya lagi. (Deni)

Baca Juga:  Puisi Ulfah Ayu Widyawati
Loading...

Terpopuler