Connect with us

Kesehatan

Gangguan Kesehatan Mental Marak di Kalangan Remaja

Published

on

Foto ilustrasi bully/IST
Foto ilustrasi bully/IST

NUSANTARANEWS.CO – Perhimpunan Nasional untuk Pencegahan Kekejaman terhadap Anak (NSPCC) mengungkapkan pihaknya menerima konseling untuk masalah kesehatan mental serius marak sepanjang tahun 2015-2016. Menurut NSPCC, sepanjang tahun itu sedikitnya 50.819 anak-anak dan remaja yang mengalami gangguan kesehatan mental. Angka itu naik 8 persen selama empat tahun belakangan.

Dilaporkan The Gudradian, selama empat tahun belakangan telah ada 36 persen anak-anak dan remaja yang mengalami depresi serta gangguan lainnya. Termasuk juga adanya peningkatan remaja yang melakukan aksi bunuh diri.

Anak-anak dan remaja itu masih berusia 12-15 tahun. Dan pihak remaja putri jumlahnya lebih banyak dibandingkan remaja putra atau anak laki-laki.

Chief Executif NSPCC, Peter Wanless mengatakan bahwa angka anak-anak dan remaja yang mengalami gangguan mental sangat memprihatinkan.

“Untuk memastikan generasi berikutnya tidak mengalami gangguan kesehatan mental harus ada tindakan yang lebih komprehensif untuk mendukung kalangan profesional untuk menyikapi dan mengobati anak-anak muda yang mengalami putus asa agar mereka mendapatkan kehidupan yang normal seperti biasanya,” kata Wanless.

Loading...

Sementara itu Direktur Kebijakan dan Penelitian Anak, Sam Royston mengungkapkan banyak kalangan muda yang mengalami permasalahan mental.

“Masalah tersebut dapat mempengaruhi anak-anak. Dalam penelitian, kami menemukan adanya kesenjangan kesehateraan antara remaja perempuan dan laki-laki. Banyak faktor yang menjadi faktor penyebabnya,” kata dia.

Royston menuturkan salah satu masalah yang dihadapi adalah bullying hingga persoalan trauma akibat kejadian masa lalu. “Gagal mengatasi masalah kesehatan mental sejak dini bisa merusak kehidupan anak-anak muda. Sebagai langkah awal, perlu bagi anak-anak mendapatkan akses kesehatan mental dan kesejahteraan seperti dukungan konseling di sekolah guna mencegah agar tak menjadi masalah kritis,” ungkapnya.

Baca Juga:  Keterangan Ahli Kian Sudutkan Ahok

Selain itu juga, dukungan dari teman dan keluarga amat penting guna mencegah gangguan mental pada diri anak-anak remaja. (Sego)

Loading...

Terpopuler