Gandeng TNI AL, Pemprov Jatim Kejar Peningkatan SDM dan Pendidikan

Gubernur Jatim Soekarwo bersama Kasal Laksamana TNI Ade Supandi saling menyerahkan MoU Bidang Pendidikan dan Pelatihan Peningkatan SDM di Jatim. Foto Tri Wahyudi/Nusantaranews

Gubernur Jatim Soekarwo bersama Kasal Laksamana TNI Ade Supandi saling menyerahkan MoU Bidang Pendidikan dan Pelatihan Peningkatan SDM di Jatim. Foto Tri Wahyudi/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO – Guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) melakukan kerjasama dengan TNI AL. Salah satu bentuknya yakni penandatanganan kesepakatan bersama antara Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo dengan Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Ade Supandi tentang kerjasama di bidang Pendidikan dan Pelatihan dalam rangka Peningkatan Kualitas SDM di Jawa Timur. Penandatanganan tersebut dilakukan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (24/1/2017).

Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Ade Supandi mengatakan, MoU ini merupakan kesepakatan bersama antara Pemprov Jatim dan TNI AL. Kerjasama ini diimplementasikan kedua belah pihak khususnya dalam konteks pendidikan dan pelatihan.

Dijelaskan oleh Ade Supandi, TNI AL mempunyai kapasitas pendidikan, tidak bisa dikatakan idle. TNI AL sendiri memiliki prodik setiap tahunnya sebanyak 220 prodik. Di antara itu, ada waktu luang yang bisa dimanfaatkan. Sarana alat instruktur (alins) dan alat penolong instruksi (alongins) TNI AL bisa digunakan untuk pelatihan di Jatim. Khusus, untuk SMK Taruna Nala diberikan bantuan berupa instruktur dan pelatihan bagi murid-muridnya.

“TNI AL mempunyai Komando Pengembangan dan Pendidikan. Kobangdikal harus bisa bermanfaat bagi lingkungan. Sampai saat ini TNI AL selalu siap membantu,” tegasnya.

Menurut Ade Supandi, di bidang kemaritiman, Gubernur Jatim memiliki kejelian dalam melihat fasilitas yang ada di TNI AL. “Sayang jika tidak memberikan bermanfaat bagi kepentingan SDM di Jatim. TNI AL sendiri telah melakukan pelatihan kepada sebanyak 200 nelayan pada tahun 2004. Melalui kesepakatan bersama hari ini menjadi langkah yang baik dan dilanjutkan. Baik itu alat las, elektronika, permesinan, etiket table manner, pengamanan setempat domestik, kepelautan memiliki kapal untuk praktik,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan kerjasama ini baru pertama kalinya dilakukan pemerintah daerah bekerjasama dengan TNI AL dalam rangka pengembangan sumber daya manusia. Kerjasama ini merupakan wujud sumbangsih serius TNI AL terhadap permasalahan SDM di Jatim.

Menurut mantan Sekdaprov Jatim ini, kerjasama pendidikan dan pelatihan yang dilakukan dengan TNI AL bisa menyasar pada kawasan pantai selatan. Sebab, kawasan ini memiliki potensi ikan luar biasa seperti ikan tuna sirip kuning yang diekspor ke Jepang.

“Kerjasama tentang kemaritiman, menjadi bagian penting kesejahteraan masyarakat pantai selatan. Potensi pantai selatan luar biasa, bahkan ikan tuna sirip kuning langsung diminta Jepang,” tutur Gubernur Jatim. (Three)

Exit mobile version