Berita UtamaLintas NusaTerbaru

Gandeng PTPN XII, Laskar Sholawat Nusantara Bantu Gubernur Khofifah Entas Kemiskinan di Jawa Timur

Gandeng PTPN XII, Laskar Sholawat Nusantara bantu Gubernur Khofifah entas kemiskinan di Jawa Timur
Gandeng PTPN XII, Laskar Sholawat Nusantara bantu Gubernur Khofifah entas kemiskinan di Jawa Timur

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Presiden Laskar Sholawat Nusantara  (LSN) Muhammad Fawaid mengatakan bahwa pihaknya telah menggandeng pihak PTPN  XII untuk membantu Pemprov Jawa Timur di sektor pengentasan kemiskinan pada petani perkebunan dan hutan di Jawa Timur.

Alasanya,angka kemiskinan di Jawa Timur masih tinggi ternyata ada di sector petani perkebunan dan hutan.”  Salah satu PR (Pekerjaan Rumah) Gubernur Khofifah adalah pengentasan kemiskinan dimana saat ini di Jawa Timur masih tinggi. Semua tahu kalau Hutan dan kebun di Jawa Timur mayoritas dikelola oleh BUMN. Oleh sebab itu, LSN menggandeng PTPN XII untuk membantu pengentasan kemiskinan di Jawa Timur,”jelas pria yang juga ketua Fraksi Gerindra DPRD Jawa Timur, Jumat (3/6).

Pria yang akrab dipanggil gus Mufa ini,alasan dilibatkan BUMN untuk membantu pengentasan kemiskinan, agar BUMN tidak tutup mata akan kondisi kemiskinan petani perkebunan di Jawa Timur. “Untuk pengentasan kemiskinan harus melibatkan semuanya. Tak hanya menggunakan APBD maupun APBN tidak cukup untuk pengentasan kemiskinan,” jelas pria asal Jember ini.

Baca Juga:  Anggota DPD RI Fachrul Razi Gelar Kompetisi Film Tentang Otsus Aceh, Berikut Pemenangnya

Untuk pengentasan kemiskinan tersebut, ujar ketua TIDAR Jawa Timur ini, harus ada sinergitas program dengan duduk  bersama antara pemda dengan BUMN dengan harapan program tersebut mengena sasaran untuk masyarakat yang dipinggiran khususnya masyarakat dipinggir hutan maupun perkebunan.

Dicontohkan olehnya ketika Pemprov ingin membantu masyarakat dipinggir hutan atau perkebunan, bisa melibatkan BUMN untuk membantunya. “Angka kemiskinan disektor perkebunan atau hutan adalah buruh perkebunan. Mereka ini tidak bisa berkembang karena tak punya lahan. Oleh sebab itu perlu ada sinergitas antara Pemprov dan BUMN,” jelasnya.

Salah satu contoh pelibatan BUMN untuk pengentasan kemiskinan, kata Fawaid, adalah BUMN bisa menggandeng koperasi atau kumpulan masyarakat untuk membuat KSU (Kerjasama Usaha) secara professional).

“Harapannya kalau dikelola professional, bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi buruh perkebunan dan hasilnya bisa dimanfaatkan membantu masyarakt perkebunan itu sendiri. Misalnya membangun fasilitas kesehatan, pendidikan maupun fasilitas olahraga. Semua pasti tahu kalau semua itu ditingkat pinggiran masih kurang,” terangnya.

Baca Juga:  Wakil Bupati Nunukan Buka Bimtek Jabfung Analis Kebijakan

Selain itu, kata pria asal Jember ini, hasil kerjasama tersebut, selain membantu penyediaan fasilitas tersebut, bisa juga digunakan untuk melakukan pelatihan maupun pembinaan UMKM untuk masyarakat pinggir perkebunan atau kehutanan.

“Ini tugas bersama dan tanggungjawab bersama, bukan hanya Pemprov saja. BUMN juga harus ikut bertanggung jawab dalam pengentasan kemiskinan di Jawa Timur. Harapan didirikan BUMN itu bukan memberikan pendapatan negara namun, juga harus bisa mensejahterakan bagi masyarakat pinggiran perkebunan dan hutan dan harapannya bisa pengentasan kemiskinan,” pungkasnya. (setya)

Related Posts

No Content Available