Connect with us

Berita Utama

Gandeng Kementerian BUMN, Laskar Sholawat Nusantara Serukan Jihad Ekonomi

Published

on

Gandeng Kementerian BUMN, Laskar Sholawat Nusantara Serukan Jihad Ekonomi

Gandeng Kementerian BUMN, Laskar Sholawat Nusantara serukan jihad ekonomi.

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Dalam rangka membangun jihad disektor ekonomi terutama untuk membangun perekonomian masyarakat, kementerian BUMN menggandeng LSN (Laskar Sholawat Nusantara). Komitmen bersama tersebut ditandai dengan digelarnya apel sholawat kebangsaan yang digelar di kabupaten Jember, Sabtu (20/11).

Dalam apel kebangsaan tersebut, dihadiri Menteri BUMN Erick Thohir dan sejumlah petinggi BUMN lainnya dan dari LSN langsung dihadiri juga Presiden LSN Muhammad Fawait.

Dikatakan oleh Mohammad Fawait, apel sholawat kebangsaan tersebut merupakan upaya untuk mendoakan bangsa dan negara segera bisa keluar dari pandemi Covid-19 dan juga memberikan semangat para pelaku usaha umkm yang paling terdampak akibat pandemi tersebut.

“Kami juga mempunya kesempatan dalam apel sholawat kebangsaan ini, juga dijadikan ajang momen memamerkan produk-produk umkm binaan laskar sholawat nusantara,”jelas ketua fraksi Gerindra DPRD Jatim ini.

Politisi Partai Gerindra ini tegas menyatakan tekadnya, bakal bersinergi dengan semua pihak termasuk kementerian BUMN dalam misi besarnya, yakni jihad ekonomi. Termasuk diantaranya, menunjang akses-akses kesehatan masyarakat, tanpa sumbangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Dia optimis, jihad ekonomi itu bisa tercapai dengan cara berkolaborasi dengan unsur mitra. Seperti PTPN XII ataupun Bank Rakyat Indonesia (BRI). “Kita akan jihad ekonomi, kita tidak ingin merepotkan APBD atau APBN. Dan kita akan dirikan Klinik Cahaya Thohir Nusantara,” jelasnya.

Selain itu, kata pria yang akrab dipanggil gus Mufa, Laskar Sholawat Nusantara (LSN) juga mendeklarasikan program lima tahun ke depan hingga tahun 2027 mendatang akan membantu pemerintah menyediakan fasilitas kesehatan, fasilitas olahraga khususnya di daerah terpencil di Jatim.

Baca Juga:  Puisi Erotis Ibnu Arabi: Kontempelasi KeIlahian melalui Perempuan

“Target ada 100 unit fasilitas kesehatan seperti klinik, 100 fasilitas olahraga tanpa menggunakan atau memberatkan APBN maupun APBD daerah. Caranya dengan melakukan sinergitas BUMN dan LSN. Ini mendapat dukungan dari menteri BUMN secara penuh karena tujuannya tanpa memberatkan APBN hingga APBD masing-masing daerah di Jatim,” jelasnya.

Senada, Menteri BUMN RI Erick Thohir juga menyambut baik langkah tersebut. Menurut Erick, selama ini telah banyak kemitraan yang dilakukan kementrian dengan sasaran para pelaku usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM. Baik dari unsur masyarakat, lingkungan pondok pesantren, hingga pemuda. “Kita jangan sampai hanya jadi menara gading. Namanya bisnis perlu bersatu, bekerjasama, dan saling menguntungkan,” kata Erick Thohir.

Dia menambahkan, keberadaan LSN dengan jaringannya di berbagai kabupaten dan kota, bisa membawa angin segar terhadap pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Termasuk di Jember. Karena, perlunya BUMN hadir itu, kata Erick, untuk mengintervensi setiap sektor penting di masyarakat. Termasuk sektor perekonomian, kesehatan, ataupun lainnya.

“Perekonomian kita harus terus berputar, tidak mengendap di satu titik. Kita harus optimis, meskipun pandemi, perekonomian kita bakal terus tumbuh,” tandasnya. (setya)

Loading...

Terpopuler