(Ilustrasi) Reklamasi teluk Jakarta (Foto via Merdeka)
(Ilustrasi) Reklamasi teluk Jakarta (Foto via Merdeka)

NusantaraNews.co, Jakarta – Kurang dari sebulan menuju Pelantikan Gubenur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan – Sandiaga S Uno, tagihan masyarakat atas sejumlah janji-janji sewaktu musim kampanye dulu mulai ditagih. Salah satunya persoalan mega proyek reklamasi teluk Jakarta yang jelas tak menguntungkan warga Jakarta.

Belum juga dilantik, Anies-Sandi seolah mendapat hadiah berupa ledakan kebijakan yang cukup mengejutkan. Hadiah tersebut datang dari Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan berupa surat pencabutan moratorium proyek reklamasi.

Menteri Luhut pun dengan tegas mengatakan bahwa, Anies-Sandi sebagai Gubernur-Wakil Gubenurt (setelah dilantik) tidak bisa membatalkan (menghentikan) proyek reklamasi. Dirinya beralasan, pemerintah daerah hanya pelaksana kebijakan pemerintah pusat.

Bagai buah simalakama bagi Anies-Sandi. Satu sisi kebijakan tersebut jadi penghambat untuk memenuhi janjinya untuk menghentikan proyek reklamasi, di sisi lain warga Jakarta sudah menagih janji kampanyenya.

Menyusul bergulirnya persoalan tersebut, Gerakan Anak Negeri (GAN) dengan tegas mengatakan dan menyerukan “tolak reklamasi teluk Jakarta” dan memita Gubernur dan Wakil Gubernur Anies-Sandi memegang teguh komitmen “menghentikan Reklamasi”.

Presidium GAN yang terdiri dari Pedri Kasman, Mashuri Masyhuda dan Agung Rachmat Hidayat beralasan bahwa, proyek reklamasi bertentangan dengan prinsip pembangunan ramah lingkungan dan pembangunan berkelanjutan (sustainable development).

“Proyek ini (reklamasi, _red) sejak awal terindikasi bermasalah serius dari sisi kepatuhan terhadap perundangan-undangan dan perijinan yang lazim. Bahkan, telah terbukti ada korupsi di balik proyek ini dan bahkan telah ada terpidananya dari oknum anggota DPRD DKI Jakarta dan pengembang,” tegas Pedri.

Ia pung menyatakan, kasus reklamasi terindikasi mega korupsi yang melibatkan banyak pihak dan orang-orang besar di Indonesia. “Maka harus dituntaskan dulu semua sengkarut memalukan ini,” cetusnya.

“Proyek ini nyaris tak ada untungnya bagi rakyat banyak. Kecuali hanya bagi sekelompok elit dan komunitas tertentu. Dan Anies-Sandi terang telah berjanji menghentikan reklamasi teluk Jakarta dalam kampanyenya terdahulu,” imbuhnya.

Bagi Pedri, apa pun ceritanya, kepentingan rakyat dan keselamatan lingkungan alam Indonesia jangka panjang adalah prioritas utama untuk diperjuangkan.

Pewarta/Editor: Ach. Sulaiman

Komentar