SportTerbaru

Gagal di SEA Games 2017, Dukung Menpora Benahi Tata Kelola Olahraga Indonesia

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menjadi sorotan tajam menyusul kegagalan tim Indonesia di ajang bergengsi SEA Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia. Kemenpora dinilai telah gagal mencapai target yang dicanangkan Presiden Joko Widodo untuk mampu menjadi juara umum.

Juara umum tersebut sukses diraih tuan rumah dengan perolehan akhir sebanyak 323 medali. SEA Games 2017 di Kuala Lumpur berlangsung dari 19-30 Agustus. Indonesia hanya mampu finis di urutan kelima klasemen akhir perolehan medali dengan rincian 38 emas, 63 perak dan 90 perunggu. Sehingga jika ditotal jumlahnya sebanyak 191 medali.

Sialnya, sejarah mencatat ini untuk kali pertama Indonesia meraih hasil terburuk sepanjang perhelatan pesta akbar olahraga se-Asia Tenggara. Sejak 1997-2015, Indonesia tak pernah kurang dari angka 40 dalam peroleh medali emas.

Menpora sendiri tak menampik, dalam ajang SEA Games 2017 Indonesia tak sedikit mengalami kendala, terutama menyangkut soal pendanaan yang hanya bertumpu pada APBN. “Mohon maaf kami akan lakukan upaya besar, kita harus bekerja sama satu sama lain, karena soal olahraga adalah soal harga diri bangsa. Untuk menyelesaikan ini tidak bisa diselesaikan secara parsial tapi harus menyeluruh,” kata Menpora, Kamis (31/8) lalu.

Baca Juga:  40 ASN Kemenag Banda Aceh Berjuang untuk Dapat Menjadi  Petugas Haji tahun 2023

Kendati gagal, Menpora patut diapresiasi. Sebab, dari hasil ini Menpora berkomitmen kuat agar ke depan dilakukan sebuah terobosan dan kebijakan baru terutama dari sisi pembiayaan. Artinya, komitmen Menpora itu harus didukung semua pihak agar di ajang selanjutnya tim Indonesia bisa lebih hebat lagi prestasinya.

“Kegagalan memenuhi target pada SEA Games 2017 bukan kesalahan Menpora. Bagaimana pun, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan seluruh cabang olahraga yang ada di Indonesia perlu dievaluasi kaitannya dalam pembinaan cabang olahraga,” kata Abd. Rahman Wahid dari Moeda Institute, Jakarta, Minggu (3/9).

Dengan kata lain, semua elemen harus mulai berbenah diri. Pasalnya, kegagalan SEA Games 2017 banyak pihak yang cenderung hanya menyalahkan Menpora karena dinilai sebagai sosok yang paling bertanggung jawab atas gagalnya kontingen Indonesia memenuhi target.

“Elemen lain yang perlu dinehani juga terkait pendanaan karena merupakan suatu yang sangat vital dalam memajukan olahraga Indonesia. Hal itu tentu menjadi perhatian serius, karena tidak ada keberhasilan yang tidak membutuhkan biaya. Pendanaan untuk olahraga masih terbilang minim sedang kebutuhannya sangat besar,” kata Wahid.

Baca Juga:  Kondisi Jembatan Lhok Tukui Rusak Parah, Masyarakat Gampong Leupu Harapkan Jembatan Segera Diperbaiki

Hal lainnya adalah soal infrastruktur. Sebab, infrastruktur olahraga harus terpenuhi. Fasilitas-fasilitas olahraga yang memadai dan memenuhi standar akan menciptakan atlet-atlet profesional, yang nantinya mampu menorehkan prestasi untuk Indonesia di masa-masa mendatang. (tri muryani)

(Editor: Eriec Dieda)

Related Posts

1 of 12