Connect with us

Ekonomi

G20 Gelar Pertemuan Virtual Tingkat Menkeu Bahas Pandemi

Published

on

G20 Gelar Pertemuan Virtual Tingkat Menkeu Bahas Pandemi

G20 Gelar Pertemuan Virtual Tingkat Menkeu Bahas Pandemi/Foto: Reuters

NUSANTARANEWS.COG20 gelar pertemuan virtual. Para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara G20 menggelar pertemuan virtual membahas sejumlah respons untuk menangani pandemi virus korona pada hari Senin (23/3). Pertemuan virtual tersebut juga membahas dampak kekerasan terhadap ekonomi global, dukungan keuangan untuk negara-negara berkembang, dan persiapan untuk strategi keluar bersama dari krisis.

Namun hasil pertemuan tingkat menteri pertemuan virtual G20 tidak mencapai harapan, terutama mengenai tanggapan terkoordinasi bersama yang terhambat oleh kebuntuan diplomatik antara AS dan Cina terutama terkait klaim moral masalah virus corona.

Seperti diketahui, dalam dua minggu terakhir, AS dan Cina telah saling tuding siapa yang bertanggung jawab atas pandemi, dan kemampuan untuk mengendalikannya.

Menindaklanjuti pertemuan virtual tingkat menteri, KTT telekonferensi para pemimpin dunia G20 rencananya dijadwalkan akhir minggu ini, dengan harapan dapat mencapai konsensus pada stimulus fiskal global. Reuters melansir bahwa pertemuan virtual tersebut akan diadakan pada hari Kamis (26/3).

Sementara itu, Direktur pelaksana IMF, Kristalina Georgieva mengatakan bahwa prospek pertumbuhan global negatif, dunia menghadapi “resesi setidaknya sama buruknya dengan krisis keuangan global atau lebih buruk, ujar Kristalina usai pertemuan virtual G20 tingkat menteri.

Kristalina memuji langkah-langkah kebijakan moneter yang telah diambil sejauh ini. Menurutnya kemungkinan pertumbuhan ekonomi pada 2021 lebih banyak di bidang fiskal. Sejauh ini, tambahnya, investor telah mengeluarkan US$ 83 milyar dari pasar negara berkembang sejak awal krisis – sebuah aliran modal terbesar yang pernah dicatat.

IMF juga prihatin mengenai negara-negara berpenghasilan rendah yang berada dalam kesulitan hutang. Saat ini, 80 negara telah mengajukan permohonan kepada IMF untuk bantuan keuangan darurat. (Alya Karen)

Baca Juga:  Masuk Era Kalasuba, Rendra Ingatkan Indonesia Kembali ke Mesin Budaya

Loading...

Terpopuler