Connect with us

Rubrika

FKUB Ajak Masyarakat Tolak Hoaks dan Ujaran Kebencian

Published

on

FKUB Ajak Masyarakat Tolak Hoaks dan Ujaran Kebencian

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Kaltara mengajak masyarakat tolak hoaks dan ujaran kebencian, Tanjung Selor, Selasa (14/5). (Foto: Istimewa/NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS.CO, Tanjung SelorFKUB mengajak masyarakat tolak hoaks dan ujaran kebencian yang belakangan marak menyusul derasnya arus media sosial.

Pemprov Kaltara selalu mendukung upaya positif untuk menolak hoaks dan penyebaran ujaran kebencian. Utamanya, pasca Pemilihan Umum Serentak 2019.

Demikian disampaikan oleh Basiran, Kepala Badan Kesbangpol Kaltara saat menjadi salah satu narasumber dalam acara sarasehan dan pernyataan sikap menolak hoaks dan ujaran kebencian pasca Pemilu 2019 yang digelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Kaltara di Gedung Wanita Tanjung Selor, Selasa (14/5).

Selain Basiran yang hadir atas permintaan FKUB sebagai narasumber, dalam kegiatan itu juga dihadiri Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara H Udin Hianggio, sebagai salah satu tokoh yang dituakan di Kaltara.

“Kami juga mengundang Pak Haji Udin Hianggio sebagai orang tua kita. Terima kasih atas kehadirannya,” kata Abdul Djalil Fattah, ketua FKUB Kaltara. Selain H Udin, hadir juga dalam acara tersebut Kapolda Kaltara Brigjend Pol Indrajit.

Dituturkan Abdul Djalil, kegiatan ini digelar, sebagai salah satu upaya untuk mendinginkan suasana pasca Pemilu Serentak 2019 di Kaltara.

“Pemilu di Kaltara berjaan aman, damai dan lancar. Ini berkat doa dari para tokoh agama dan tokoh masyarakat Kaltara yang diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa. Tentunya juga peranan dari pengawas dan aparat,” katanya.

Loading...

Sesuai acaranya, di sela sarasehan juga dilakukan pembacaan pernyataan sikap menolak hoaks dan ujaran kebencian pasca Pemilu 2019. Pernyataan sikap ini dibacakan oleh Ketua FKUB Kaltara dan dilanjutkan oleh berbagai elemen masyarakat Kaltara seperti tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan pemuda dan wanita.

(hms)

Editor: Eriec Dieda

Terpopuler