Connect with us

Mancanegara

Finlandia Dapatkan 64 Jet Tempur F-35 Senilai US$ 12,5 Miliar

Published

on

Finlandia dapatkan 64 jet tempur F-35 senilai US$ 12,5 miliar. Penjualan telah disetujui oleh Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan AS pada hari Jumat (9/10)./Foto: Global Defense Copr.

Finlandia dapatkan 64 jet tempur F-35 senilai US$ 12,5 miliar. Penjualan telah disetujui oleh Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan AS pada hari Jumat (9/10)./Foto: Global Defense Copr.

NUSANTARANEWS.CO, Helsinki – Finlandia dapatkan 64 jet tempur F-35 senilai US$ 12,5 miliar. Defense Security Cooperation Agency (DSCA) Amerika Serikat (AS) mengumumkan bahwa penjualan jet tempur tersebut telah disetujui, termasuk amunisi dan peralatan terkait pada hari Jum’at (9/10).

Angkatan Udara Finlandia saat ini memiliki 60 F/A-18 Hornet, yang rencananya akan dipensiunkan pada tahun 2025, dan F-35 merupakan pilihan yang dianggap paling tepat sebagai jet tempur canggih untuk pertahanan negara di masa depan.

Menurut Global Firepower (GFP) untuk tahun 2020, Finlandia berada di peringkat 59 dari 138 dari negara-negara yang dipertimbangkan berdasarkan PowerIndexnya. Lima besar masih diduduki oleh Amerika Serikat (AS), Rusia, Cina, India, dan Jepang. Indonesia sendiri berada pada peringkat ke 16.

Finlandia hingga hari ini konsisten mempertahankan kebebasannya sebagai negara non blok – yang tidak pernah diduduki selama Perang Dingin (Cold War).

Negara yang berbatasan langsung dengan Rusia sepanjang 830 mil ini memiliki strategi pertahanan yang komprehensif mengandalkan koordinasi antarlembaga sipil-militer yang sangat baik, dan didukung penuh dengan keterlibatan warga negaranya melalui wajib militer.

Rakyat Finlandia memandang negara mereka secara strategis sebagai negara “Pulau” yang hanya bergantung pada diri sendiri. Sehingga Finlandia adalah salah satu negara yang paling berorientasi pada pertahanan di Eropa dengan anggaran pertahanan yang efisien mendekati 2% dari produk domestik bruto berdasarkan kriteria NATO.

Mirip model Sishankamrata Indonesia, Finlandia telah mengembangkan pendekatan sipil-militer terkoordinasi melalui kursus formal, pertahanan nasional yang diikuti dengan penuh semangat oleh warga negaranya dari semua lapisan.

Baca Juga:  PDAM Nunukan Bagikan Beras Ratusan Karung Untuk Masyarakat

Finlandia juga didukung dengan kekuatan militer yang tangguh. Peralatannya militernya termasuk yang terkuat di Eropa. Menerbangkan lebih dari 60 F-18 Amerika, didukung kekuatan angkatan laut dan ranjau yang cukup untuk mempertahankan pantainya; memiliki armada tank tempur utama terbesar kedua di Eropa; dan memiliki satu artileri modern untuk setiap mil dari perbatasan panjangnya dengan Rusia.

The Finnish Defence Force atau Angkatan Pertahanan Finlandia saat ini sedang mengembangkan kemampuan baru agar dapat beroperasi lebih mandiri tanpa bantuan negara tetangga.

Raimo Jyväsjärvi, Dirjen Kemhan Finlandia mengatakan bahwa posisi geografis unik negara itu di sebelah Rusia dan Arktik mengharuskannya memiliki militer yang kuat dan mandiri.

“Meski kami dapat mengharapkan dukungan dari teman-teman selama masa krisis, tapi kami tidak dapat menerima begitu saja,” kata Jyväsjärvi, “Itulah mengapa negara harus meningkatkan kemampuannya, dan dalam kasus terburuk, bersiap untuk berperang sendirian.”

Sejak 2017 hingga 2020, The Finnish telah memprioritaskan kesiapan, pertahanan dunia maya dan kesiapan pasukannya. Pada pertengahan 2020 ini, fokusnya adalah meningkatkan kemampuan pertahanan udara yang sudah waktunya diganti dengan yang lebih canggih.

Termasuk pula mengganti tujuh kapal perang angkatan lautnya dengan empat korvet kelas Pohjanmaa baru di bawah program Skuadron 2020 yang diluncurkan pada 2015.

Kapal-kapal baru tersebut akan meningkatkan kemampuan militer dalam menanggapi pertempuran permukaan, pertahanan udara, serangan jarak jauh, kemampuan penyebaran ranjau, dan anti kapal selam.

Militer Finlandia perlu menyesuaikan diri dengan lingkungan ancaman baru, dan mengharuskan penggantian sistem pertahanan alat utama mulai 2025.

“Konsepnya adalah mengembangkan platform generasi mendatang yang mampu beroperasi dalam iklim dan kondisi geografis yang ekstrim,” kata Jyväsjärvi.

Baca Juga:  Kopri PB PMII: TAP MPRS XXV/1966 Tidak Mungkin Dicabut

Juga peningkatan mobilitas pasukan daratnya, khususnya di wilayah Arktik dengan mendapatkan ratusan kendaraan tempur baru pada tahun 2020. (Agus Setiawan)

Loading...
Advertisement

Terbaru

Advertisement

Terpopuler