Filipina Beli Rudal Jelajah Supersonik BrahMos Senilai US$369 Juta

Filipina Beli Rudal Jelajah Supersonik BrahMos Senilai US$369 juta
Filipina beli rudal jelajah supersonik BrahMos senilai US$369 juta/Foto: Indiatoday.in

NUSANTARANEWS.CO, Manila – Pada hari Sabtu (28/1) kemarin, Departemen Pertahanan Nasional Filipina dlaporkan telah menandatangani kontrak dengan Perusahaan kedirgantaraan dan pertahanan multinasional Indo-Rusia BrahMos Aerospace Limited untuk memasok sistem rudal anti-kapal berbasis pantai untuk Angkatan Laut Filipina.

Kesepakatan kontrak ditandatangani oleh Menteri Pertahanan Delfin N. Lorenzana dan Atul Dinkar Rane untukj Brahmos Aerospace. Acara penandatanganan tersebut dihadiri langsung oleh Duta Besar India untuk Filipina Shambhu Kumaran.

Pada kesempatan itu, Menhan Filipina Lorenzana mengatakan bahwa, “Melengkapi Angkatan Laut kami dengan aset vital ini sangat penting karena Filipina harus melindungi integritas wilayahnya dan mempertahankan kepentingan nasionalnya.”

“Sebagai rudal jelajah supersonik tercepat di dunia, Rudal Brahmos akan memberi efek gentar terhadap segala upaya yang ingin merusak kedaulatan dan hak berdaulat kami, terutama di Laut Filipina Barat,” tambahnya.

Bagi India, kontrak ini merupakan langkah maju yang penting bagi promosi ekspor persenjataan di kawasan Asia Tenggara.

Selain Filipina, Vietnam dan Thailand dilaporkan juga tertarik untuk mendapatkan teknologi rudal yang menggetarkan lawan tersebut. India juga telah menawarkan kepada Indonesia untuk meningkatkan teknologi pertahanannya.

Sekedar informasi, rudal jelajah BrahMos dapat menjangkau lebih dari 400 kilometer dengan kecepatan Mach 2,8. Selain dari daratan, rudal juga dapat diluncurkan dari kapal selam, kapal laut, dan pesawat terbang. Pengujian dengan berbagai platform tersebut telah dijalani sejak akhir 2004 lalu.

Menarik juga bila Indonesia memiliki teknologi rudal hipersonik Brahmos yang dapat membawa hulu ledak nuklir yang tentu akan mengubah kesimbangan kekuatan di Asia Tenggara, dan Asia pada umumnya.

Indonesia tampaknya perlu mempertimbangkan teknologi “Sexy” BrahMos yang setingkat dengan kemampuan rudal Zirkon Rusia terutama untuk mendapatkan TOT atau kerjasama pembuatannya di Indonesia yang tentu akan semakin memperkaya teknologi pertahanan Indonesia. (Agus Setiawan)

Baca Juga:  Satgas Gabungan TNI-Polri Berhasil Kuasai Distrik Yigi dan Mbua Papua