Connect with us

Rubrika

Fasilitas Pendidikan Minim Bagi Siswa Indonesia di Malaysia

Published

on

Mendikbud Muhadjir Effendi bersama siswa-siswa di Community Learning Center (CLC) Tunas Perwira di Tawau, Malaysia. (FOTO: Dok. Kemendikbud)

Mendikbud Muhadjir Effendi bersama siswa-siswa di Community Learning Center (CLC) Tunas Perwira di Tawau, Malaysia. (FOTO: Dok. Kemendikbud)

NUSANTARANEWS.CO, Sabah – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat atau Community Learning Center (CLC) Tunas Perwira di Tawau, Malaysia ternyata masih mini fasilitas belajar mengajar. Di CLC Tnas Perwira ini terdapat Warga Negara Indonesia (WNI) pada usia sekolah yang tinggal di luar wilayah Indonesia.

Keterbatasan fasilitas belajar mengajar tentunya mengurangi hak WNI di Malaysia dalam memenuhi hak mendapatkan pendidikan. Dan faktanya, pemenuhan pendidikan bagi anak-anak Indonesia di wilayah Sabah, Malaysia masih mengalami sejumlah hambatan.

Pada tataran kebijakan, terdapat larangan bagi anak-anak pekerja asing untuk mengikuti kegiatan belajar di Sekolah Kebangsaan Malaysia. Akibatnya, sekolah-sekolah swasta menjadi alternatif terakhir dengan biaya pendidikan yang semakin tidak terjangkau bagi para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang hendak menyekolahkan anak-anaknya.

Untuk itu, pendirian CLC di ladang-ladang kelapa sawit ini merupakan upaya pemerintah Indonesia untuk memaksimalkan pelayanan pendidikan di Tawau, Sabah, Malaysia. Mengingat sebagian besar TKI di Tawau bekerja sebagai petani di ladang kelapa sawit maupun ladang coklat yang tidak memiliki surat izin tinggal resmi sehingga hak untuk mendapatkan pendidikan bagi anak-anak TKI tidak terpenuhi.

Minimnya nilai pendidikan di kalangan para TKI perkebunan Malaysia pun menjadi faktor pemicu hambatan pemenuhan pendidikan bagi anak-anak WNI yang berusia sekolah. Sebagai orang tua, para TKI memilih untuk membawa anak mereka ke ladang untuk membantu bekerja dibandingkan harus mengenyam pendidikan.

Dalam sebuah kesempatan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy berkunjung ke CLC Tunas Perwira untuk memastikan pemenuhan hak mendapatkan pendidikan bagi WNI di sana.

Baca Juga:  Masyarakat Panton Raya Bantu Palestina Menyumbang Hartanya

Melihat kenyataan yang ada, Mendikbud berjanji merehabilitasi bangunan yang bermodalkan dari iuran orang tua siswa yang ingin anaknya bersekolah.

“Saya senang bisa berkunjung ke sini, (CLC Tunas Perwira), akan tetapi ada yang perlu diperbaiki terutama sarana yang tak memadai itu, saya minta dibenahi. Saya minta dibangun sekolah baru satu atap dari TK, SD sampai SMP,” kata Mendikbud di CLC Tunas Perwira, Kamis (24/01/2019) lalu.

Mendikbud juga mengajak para TKI yang juga sebagai orang tua untuk mengirimkan anaknya ke sekolah. “Semua anak Indonesia di sini punya hak pendidikan yang sama. Saya mohon kalau ada anak usia sekolah belum mau masuk pendidikan, saya mohon untuk diimbau agar ikut belajar,” ujarnya.

“Kita punya tanggung jawab memberikan pendidikan yang layak dan ini tanggung jawab kita semua. Tentunya tidak bisa Pemerintah saja, dukungan orang tua dan pemimpin perusahaan untuk mengurus fasilitas pendidikan,” tambah Mendikbud.

Mendikbud juga berjanji kepada kepala sekolah, guru dan orang tua akan menyampaikan semua keluhan yang ia peroleh kepada Presiden Joko Widodo.

“Semua akan saya laporkan ke beliau,” ucapnya.

Pewarta: Eddy Santri
Editor: M. Yahya Suprabana

Loading...

Terpopuler