Connect with us

Featured

Fakta 16 Tahun Lalu Tentang Tragedi 11 September

Published

on

Tragedi WTC/Foto via ytimg/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Tepat hari ini, 16 tahun yang lalu telah terjadi tragedi besar dalam sejarah umat manusia. Dimana sebuah serangan terorisme meluluhlantahkan negeri Paman Sam.

Jadilah 11 September menjadi tragadi kemanusiaan yang tak akan dilupakan oleh masyarakat dunia, khususnya publik Amerika Serikat. Dalam peristiwa yang telah berlangsung 16 tahun lalu itu, USA Today sebagaimana lansir Tempo menemukan banyak fakta menarik mengenai serangan teror yang menelan korban 2.911 nyawa itu.

Salah satu informasi atau fakta tersebut adalah mengenai akses pembajak ke kokpit pesawat masih misterius. Laporan komprehensif pemerintah AS tak berisi keterangan pasti, terkait bagaimana para pembajak bisa masuk ke dalam kokpit pesawat yang dibajak. Laporan itu diterbitkan pada 2004 oleh komisi khusus yang dibentuk untuk menginvestigasi peristiwa tersebut.

Dalam tragedi itu, pembajak yang diyakini berasal dari kelompok al-Qaedah masuk ke dalam kokpit empat pesawat komersial yang dibajak. Mereka mengambil alih kemudi dan menabrakkan si burung besi ke gedung pencakar langit World Trade Center dan Pentagon di Arlington, Virginia.

Di laporan itu disebutkan juga bahwa seorang pramugari pesawat American Airlines 11, yang dibajak, sempat melapor dari dalam pesawat. Petugas itu berspekulasi tentang cara para pembajak memaksa masuk kokpit.

“Mungkin mereka menikam pramugari untuk mendapat kunci kokpit, atau memaksa (pramugari) membukakannya, atau memancing pilot keluar,” ujar petugas tersebut, sesuai yang terdapat pada laporan tersebut.

Pesawat itu menabrak menara utara WTC, dan menyebabkan 81 penumpang, sembilan awak pesawat, dan lima pembajak tewas. Jumlah itu belum termasuk korban yang berada di dalam menara tersebut.

Selanjutnya mengenai penumpang dan awak pesawat yang sempat memberi informasi penting. Seisi empat kapal yang dibajak, yaitu American Airlines 11, United 175, American 77, dan United 93, disebut-sebut sempat mengkomunikasikan situasi dalam pesawat, kepada keluarga dan teman mereka, lewat ponsel. Hal itu kemudian menjadi sumber informasi bagi pihak berwajib, termasuk soal sistem navigasi yang dimatikan, hingga pesawat tak terlacak lagi.

Baca Juga:  Kehebatan Amerika Konversi Tragedi WTC 16 Tahun Silam

Pesawat Amerika 77 yang berangkat dari bandara Dulles Washington, dibajak di langit wilayah Indianapolis, kemudian berbalik kembali ke arah Washington. Pesawat itu ditabrakkan ke Pentagon. Penumpang pesawat yang bernama Barbara Olson, istri seorang pengacara, Ted Olson, sempat menghubungi suaminya dan mengabarkan pembajakan itu. Barbara menyebut para pembajak memiliki sekotak senjata tajam.

Pesawat yang ditumpanginya akhirnya menabrak Pentagon di pukul 09:37 waktu setempat, menewaskan total 64 orang di dalamnya. Informasi yang terkumpul dari para penumpang sesaat sebelum tabrakan menjadi salah satu sumber bagi penyidik, untuk menyusun kronologi teror tersebut. (ad/tp)

Editor: Romandhon

Loading...

Terpopuler