Connect with us

Hankam

Fahri Hamzah Menilai Akar Kegaduhan Indonesia Karena Jokowi Tak Paham Peta

Published

on

Fahri Hamzah (Foto Dok. NUSANTARANEWS.CO)

Fahri Hamzah (Foto Dok. NUSANTARANEWS.CO)

NUSANATARANEWS.CO, Jakarta – Menyoroti kegaduhan yang terjadi di Indonesia dalam kurun kurun waktu tiga tahun terakhir, politisi dari PKS, Fahri Hamzah menilainya karena Presiden Jokowi disebutnya tak paham peta ideologi dan politik di Indonesia.

Mulai dari isu yang abstrak sampai isu yang kongkret, ia menyebut Presiden Jokowi tak mengusaianya. “Isu yang abstrak misalnya soal ideologi. Bagaimana beliau bisa dirayu oleh orang untuk mengotak atik kesadaran ideologis yang sudah final?” kata Fahri Hamzah di kawasan Cikini Jakarta Pusat, Rabu (16/1/2019).

“Sehingga kemudian berkampanye, saya Pancasila, saya Indonesia. Yang terdengar oleh saya, saya Pancasila kamu bukan. Tiba-tiba hari itu bikin poster dan pasang iklan dimana mana. Seolah olah dia paling Pancasila dan kita tidak.”

Karena menurut Fahri, bangsa Indonesia tidak pernah berselisih soal ideologi Pancasila. “Ada itu konflik ideologi, tapi kita finalisasi. Misalnya di dalam perumusan Pancasila ada yang menginginkan Ketuhanan Yang Maha Esa itu bukan sila pertama, tapi sila yang terakhir. Karena posisi tuhan dianggap tidak penting,” ungkapnya.

Hal demikian inilah menurut Fahri Hamzah yang memicu kegaduhan di Indonesia. Sehingga stabilitas kerukunan masyarakat terganggu.

“Jadi beliau (Presiden Jokowi) tidak mengerti petanya. Lalu kemudian kekacauan itu terjadi. Semuanya di acak acak,” jelasnya.

Fahri kemudian melakukan perbandingan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selama 10 tahun dengan pemerintahan Jokowi selama 4 tahun terakhir. Di zamannya SBY, kata dia Indonesia tidak pernah punya persoalan masalah ideologi, identitas dan agama.

“Kita gak pernah punya persoalan masalah identitas, gak pernah punya persoalan antar agama. Kita gak pernah mempersoalkan agama orang. Kerukunan gak pernah terganggu sejak 10 tahun,” kata Fahri.

“Tetapi tiba tiba baru setahun Pak Jokowi, seolah olah ada pertengkaran agama yang luar biasa. Ada intoleransi yang tinggi,” ungkapnya.

Untuk itu, Fahri berpandangan bahwa dalam skala pengertian Jokowi sampai hari ini belum tuntas memahami Indonesia. “Tentang sejarah, tentang konstitusi, termasuk juga tentang Pancasila, dugaan saya,” jelasnya.

Pewarta: Romadhon
Editor: Alya Karen

Terpopuler