Connect with us

Budaya / Seni

Fadli Zon Sebut Istilah “Puisi Esai” Bagus untuk Pancing Polemik

Published

on

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. (Foto: NUSANTARANEWS.CO/ Achmad S.)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Pro dan kontra “proyek buku puisi esai“, “angkatan puisi esai” dan “Denny JA pelopor puisi esai” yang selama ini berpolemik di dunia maya, berujung pada forum diskusi di Rumah Kedaulatan Rakyat, Jl. Guntur No. 49, Manggarai, Jakarta Selatan. Forum bertajuk “Angkata Puisi Esai? Pro Vs Kontra: Narudin Pituin Vs Saut Situmorang” berlangsung pada Jumat, 16 Februari 2018 sore lalu.

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menilai, proyek buku puisi esai dengan sponsor tunggal Denny JA ada baiknya dilakukan jika untuk menimbulkan polemik dalam dunia sastra Indonesia.

“Proyek puisi esai Denny JA itu ada bagusnya juga. Untuk menimbulkan polemik sih bagus-bagus saja. Supaya ada perdebatan yang ilmiah gitu ya,” kata Fadli, redaktur majalah sastra horison dari 1993 sampai sekarang itu kepada jurnalis NUSANTARANEWS.CO, di Hotel Sari Pan Pacific, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (18/2/2018).

Baca: Soal Puisi Esai Denny JA, Fadli Zon: Itu Bukan Temuan Baru

“Cuma untuk disebut sebagai pelopor dari puisi esai menurut saya tidak. Kalau untuk memancing sebuah polemik, ya sah-sah saja. Menurut saya, polemiknya mesti lebih bermutu. Bukan hanya tentang satu format dari puisi esai dan berusaha mencapai satu pengakuan dari apa yang sebetulnya tidak perlu diakui lagi. Karena itu sudah abad 18 sudah ada.” imbuh Fadli.

Loading...

Fadli mencontohkan bentuk puisi di abad ke-18 yang menurut Denny JA sekarang disebut sebagai “puisi esai” ialah karya penyair ternama Rusia Alexander Sergeyevich Pushkin “Eugene Onegin”. Karya yang paling disukai oleh Pushkin ini adalah novel bersanjak. Sedang Denny JA menyebut karnyanya sebagai novel yang dipuisikan.

Baca Juga:  Hasil Survei LSI Denny JA Sangat Mungkin Diisi Penulis Survei Sendiri!

Sebagaimana diketahui Denny JA membuat proyek buku puisi esai secama massal di seluruh provinsi. Akan tetapi, ratusan sastrawan yang mengatasnamakan Penyair Muda Indonesia membuat petisi penolakan terhdap proyek buku puisi esai yang menggelontorkan honor Rp5 juta untuk masing-masing penulis yang jumlahnya 170 dari 34 Provinsi.

Simak: Denny JA Tetap Lanjutkan Proyek Puisi Esai Meski Ditolak Beramai-ramai

Denny JA selaku penggagas dan sponsor utama proyek yang ditolak secara beramai-ramai dalam kelompok penyair muda Indonesia itu, kepada NUSANTARANEWS.CO mengaku tetap akan melanjutkan proyeknya tersebut.

“Ya dong. 90 puisi sudah kumpul. 90 persen siap cetak,” ungkap konsultan politik dan pemilik sebuah lembaga survei indonesia (LSI) itu kepada NusantaraNews.co, Minggu (21/1/2018) malam lalu.

Pewarta: Achmad S.
Editor: M. Yahya Suprabana

Loading...

Terpopuler