Connect with us

Lintas Nusa

Fadli Zon Sebut Indonesia Jadi Pasar Narkoba Internasional Terbesar

Published

on

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Fadli Zon. (FOTO: NUSANTARANEWS.CO/Achmad S)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Fadli Zon menilai upaya penyelundupan narkoba sebanyak 5,6 juta ton dalam waktu hanya dua pekan menunjukkan Indonesia sudah menjadi pasar narkoba internasional yang sangat besar. Situasi dan kondisi tersebut pantas kata Fadli untuk dinyatakan bahwa Indonesia sedang darurat narkoba.

“Kondisi ini sangat memprihatinkan dan dapat disebut darurat narkoba,” kata Fadli Zon dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Sabtu (24/2/2018).

Seperti diketahui, Tim Bea Cukai dan aparai kepolisian telah berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis sabu sebanyak 5,6 juta ton hanya dalam waktu sekitar dua pekan, yakni 3 ton pada Jumat (23/2), 1,6 ton pada Selasa (20/2), serta satu ton pada Jumat (9/2).

Baca:
Bamsoet Bangga Sekaligus Sedih Polisi Tangkap Lagi Sabu 3 Ton
Satgas Merah Putih Gagalkan 1,6 Ton Sabu Milik WN Cina untuk Jawa
TNI AL Grebek 1 Ton Sabu di Batam Sudah Sesuai Hukum Nasional dan Internasional

Fadli berpandangan, meski upaya penyelendupan narkoba tersebut berhasil digagalkan oleh aparat keamanan, namun kondisi ini menunjukkan bahwa Indonesia telah menjadi pasar narkoba internasional yang sangat besar. “Di sisi lain, dapat disebut Indonesia sedang darurat narkoba,” kata Fadli lagi.

Dalam memerangi intervensi bahaya narkoba dalam jumlah sangat besar, hemat Fadli, sepatutnya Polri dan aparat keamanan lainnya, tidak hanya fokus menggagalkan penyelundupan narkoba, tapi bagaimana mematikan pasar narkoba yang sangat besar di Indonesia.

Ia pun mengimbau para orang tua, untuk lebih hati-hati menjaga anak-anaknya, keluarganya, maupun lingkungannya, dari kemungkinan menjadi konsumen narkoba. Fadli juga mengimbau Pemerintah merangkul organisasi-organisasi keagamaan, kepemudaan, dan memanfaatkan semua lembaga pendidikan pada seluruh jenjang untuk melakukan upaya pendidikan, pencegahan, dan penanggulangan bahaya narkoba.

“Kita harus menyatakan perang terhadap narkoba. Perang semesta,” kata Politisi Partai Gerindra itu.

Fadli mengingatkan, wilayah Indonesia sangat luas dan merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Kondisi geografis yang sangat luas dan garis pantai terpanjang kedua di dunia, kata dia, membuat Indonesia sangat rawan pada berbagai upaya penyelundupan, termasuk narkoba.

Fadli Zon juga mengusulkan, agar negara sepenuhnya menguasai infrastruktur vital seperti bandara dan pelabuhan, karena keduanya merupakan pintu gerbang penting yang yang berhubungan dengan dunia internasional. “Jadi, selain harus menjaga wilayah perbatasan baik di darat maupun laut secara ketat, juga harus menjaga bandara dan pelabuhan secara ketat,” katanya.

Fadli Zon mengkritik keras rencana Pemerintah akan melakukan swastanisasi bandara dan pelabuhan. “Menurut rencana, akan ada 30 bandara dan 20 pelabuhan yang akan diswastanisasi. Itu keputusan ceroboh,” kata Fadli Zon mengakhiri.

Pewarta: Achmad S.
Editor: M. Yahya Suprabana

Terpopuler