Connect with us

Politik

Fadli Zon Sebut Gerindra tak Ingin Seperti Berburu di Kebun Binatang di Pilpres 2019

Published

on

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Fadli Zon. (Foto: NUSANTARANEWS.CO/Achmad S.)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Fadli Zon menyatakan, partai Gerindra sebagai partai modern tidak akan menggunakan praktik politik ibarat memburu di kebun binatang. Sebab, kata Fadli, Gerindra menghendaki pemilih yang sejalan dengan visi, konsep dan program partai.

Fadli menyatakan hal tersebut usai melakukan polling di akun resmi twitternya @fadlizon tentang Pilpres 2019 yang hasilnya cukup mengejutkan. Dimana dari 7.210 voters sebanya 75 persen menginginkan Presiden baru pada Pilpres 2019, sisanya 23 persen bertahan untuk tetap memilih petahana dan 2 persennya lagi masih ragu.

“Sebagai partai modern, terus terang kami tak ingin seperti berburu di kebun binatang semacam itu. Kami ingin dipilih dan dipercaya masyarakat karena mereka melihat kami perform, punya visi, punya konsep, dan punya program yang jelas,” jelas Fadli, Jakarta, Selasa (27/2/2018).

Baca: Polling Fadli Zon untuk Pilpres 2019 Nyatakan Hanya 23 Persen Bertahan Pilih Petahana

Itu sebabnya, lanjut Fadli, Gerindra harus bisa dan turut mengedukasi masyarakat. Kader Partai Gerindra harus bisa meningkatkan kapasitasnya. “Apalagi, pemilih kita didominasi oleh anak muda,” ujar Wakil Ketua DPR RI itu.

Fadli menyampaikan, aada Pemilu 2019, diperkirakan pemilih berusia 17-38 tahun mencapai 55 persen dari jumlah total pemilih. Anak-anak muda biasanya anti-kemapanan dan lebih kritis terhadap status quo. Gerindra, kata dia, juga menyadari hal itu.

“Untungnya, data menunjukkan jika para pemilih muda sangat menyukai Ketua Umum Gerindra, Pak Prabowo. Dari sisi usia, sejauh ini persentase pemilih muda yang menyatakan akan memilih Prabowo lebih besar daripada pemilih tua,” tutur Fadli.

“Bahkan, dari sejumlah survei yang saya amati, persentase suara responden yang berusia di bawah 21 tahun, atau dikenal sebagai pemilih pemula, kecenderungan untuk memilih Pak Prabowo lebih besar daripada calon lainnya. Ini preferensi pemilih yang menguntungkan buat Gerindra,” imbuhnya.

Baca Juga:  Hak Angket 'Ahok Gate' Bakal Dibacakan di Sidang Paripurna Penutupan

Labih lanjut Fadli mengatakan, dari sisi pendidikan, basis pemilih Prabowo Subianto, umumnya tercatat adalah lulusan sarjana dan jenjang yang lebih tinggi lainnya. “Nah, ini yang harus disadari oleh kader-kader Gerindra, bahwa mereka berhadapan dengan para pemilih yang terdidik, rasional, dan kritis,” kata Fadli.

Karena itu, Fadli menegaskan bahwa, Gerindra harus bisa menampilkan diri sebagai partai oposisi yang lebih berkualitas dari partai oposisi masa sebelumnya. Di sisi lain, kata dia, kader Gerindra perlu lebih banyak untuk turun ke masyarakat bawah, karena kelompok pemilih ini, yang jumlahnya sangat besar, perlu lebih banyak diedukasi.

“Kembali ke hasil poling Twitter, keinginan masyarakat untuk mendapatkan pemimpin baru, Insya Allah direspon oleh Gerindra. Kami memberikan tawaran yang lebih baik, baik dari sisi figur, maupun konsep untuk memperbaiki Indonesia ke depan. Kami akan calonkan Pak Prabowo untuk capres 2019,” tandas Fadli Zon.

Pewarta: Achmad S.
Editor: M. Yahya Suprabana

Loading...

Terpopuler