Connect with us

Politik

Fadli Zon dan Romahurmuziy Berpuisi Sebab Prabowo Tersebut Dalam Doa Kiai Maimun untuk Jokowi

Published

on

Puisi Fadli Zon - Doa yang Tertukar dan Cuitan Puitis M. Romahurmuzziy. (Ilustrasi: NUSANTARANEWS.CO)

Puisi Fadli Zon – Doa yang Tertukar dan Cuitan Puitis M. Romahurmuzziy. (Ilustrasi: NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Masyarakat digital dan perbincangan di warung kopi sempat heboh membincangkan video viral berisi doa Kiai Maimun Zubair. Dalam video tersebut Ulama NU yang akrab disapa Mbah Moen tersebut menyebut nama Prabowo Subianto dalam doanya. Wajar netizen heboh lantaran Mbah Moen ketika itu sedang duduk berdampingan dengan Joko Widodo yang ditemani Iriana.

Dalam video lengkap yang masih menempati kolom trending di YouTube, Mbah Moen meralat doanya setelah dibisiki oleh Ketua Umum PPP M. Romahurmuzziy. Tak hanya menambah doa, Mbah Moen pun menjelaskan bahwa ia memang salah menyebut nama. Mbah Moen juga sudah minta maaf atas keluputannya karena usia yang telah mencapai 90 tahun lebih.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, menanggapi doa yang diralat tersebut dengan puisi yang ia publikasikan di akun twitternya dengan judul “Doa yang Ditukar”.

Isi puisi Fadli terdapat nada sindiran. Ia menuliskan bahwa ralat tersebut diucapkan Mbah Moen atas bisikan orang lain. Berikut ini puisi lengkapnya:

Doa yang Ditukar

doa sakral
seenaknya kau begal
disulam tambal
tak punya moral
agama diobral

doa sakral
kenapa kau tukar
direvisi sang bandar
dibisiki kacung makelar
skenario berantakan bubar
pertunjukan dagelan vulgar

doa yang ditukar
bukan doa otentik
produk rezim intrik
penuh cara-cara licik
kau Penugasa tengik

Ya Allah
dengarkanlah doa-doa kami
dari hati pasrah berserah
memohon pertolonganMu
kuatkanlah para pejuang istiqomah
di jalan amanah

Fadli Zon
Parung, Bogor, 3 Feb 2019

Puisi yang Fadli publikasikan di akun twitter pribadinya itu menuai komentar yang beragam.

Menyusul puisi Fadli, muncul cuitan puitis di tweet Ketua Umum PPP, M. Romahurmuzziy yang entah ditujukan kepada siapa. Cuitan delam bentuk dan nada puitis tersebut disebar tanpa judul. Namun isinya juga berupa sindiran dan intrik. Berikut isinya:

I)

Katanya bela ulama
Kyai paling sepuh pun kau nista
Dengan aneka meme dan cela

Katanya bela agama
Tapi kau halalkan semua
Tuk gelapkan siang sebelum waktunya

Katanya hasil ijtima’
Baca qur’an pun kau hindari dg berbagai cara

Jadi sebenarnya kau makhluk apa?
Editan atau manusia

II)

Sungguh kasihan umat Islam Indonesia
Diatas namai bela agama
Tuk dukung kelompoknya
Umat dibuat tak tahu dgn sengaja
Bahwa syariat Islam pun dinista
Karena solat & puasa Ramadhan pun tak dijalaninya
Kukatakan krn aku menyaksikannya
Semoga tobat dipilihnya
Meski politik sebabnya

Pewarta: Roby Nirarta
Editor: Achmad S.

Terpopuler