Connect with us

Politik

Fadli Zon Buka-bukaan Terkait Prabowo Pesaing Berat Jokowi di Pilpres 2019

Published

on

Pertemuan Jokowi dengan Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (17/10/2014)/Foto: Dok. Kompas.com

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Fadli Zon menyampaikan, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto kemungkinan besar kembali akan maju sebagai Calon Presiden Gerindra pada Pemilu 2019. Menurut Fadli akan ada saatnya kapan Gerindra akan mendeklarasikan atau mengumumkan Probowo sebagai Capres.

“Tunggu saja, nanti pada waktunya Partai Gerindra akan mendeklarasikannya,” jawab Fadli tanggapi pertanyaan wartawan di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Selasa kemarin.

“Partai Gerindra masih akan membicarakan dengan partai politik yang menjadi mitra koalisi,” imbuhnya.

BACA:

Wakil Ketua DPR RI itu menimpali adanya lembaga survei yang hasil survienya menyandingkan Prabowo Subianto sebagai Joko Widodo.

“Prabowo Subianto tidak dapat disandingkan dengan Presiden Joko Widodo pada pemilu 2019. Prabowo dan Jokowi plarformnya berbeda sehingga tidak dapat disandingkan,” jelas Fadli.

Ia pun bercerita jika Prabowo saat ini sedang melakukan diet mengurangi makan nasi guna menjaga kesehatan dan penampilan. “Pak Prabowo sedang diet, biar nanti saat pemilu lebih segar,” tuturnya.

Semua orang juga harus diet, kata dia, jika ingin menjaga kesehatan dan penampilannya. Walaupun Fadli sendiri mengaku dirinya sulit diet dan bahkan kebanyakan makan nasi.

Fadli menambahkan, diet saja tak cukup jika untuk menjadi pemimpin nasional. Karena yang penting bukan penambilan fisik belaka, melainkan juga cisi dan misi yang mementingka rakyat.

“Calon pemimpin nasional, bukan sekadar penampilan fisik, tapi juga perlu memiliki visi dan misi yang pro rakyat,” kata dia.

Seperti diketahui, sejumlah lembaga survie menunjukkan bahwa Prabowo Subianto memang masih memiliki daya tarik tinggi sebagai Capres pada Pemilu mendatang. Bahkan posisi Prabowo dalam hasil survey tang ada menempati posisi pesaing Joko Widodo terkuat.

Baca Juga:  Kangmas Jokowi, Masyarakat Butuh Jalan Raya Negara Bukan Jalan Tol

Sekadar diketahui, Poltracking Indonesia menyelenggarakan survei pada 27 Januari – 3 Februari 2018 dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling. Jumlah sample dalam survei ini adalah 1200 responden dengan margin of error +/- 2.83% pada tingkat kepercayaan 95%.

Klaster survei ini menjangkau 34 provinsi se-Indonesia secara proporsional berdasarkan data jumlah populasi pemilih terakhir. Sedangkan stratifikasi survei ini adalah proporsi jenis kelamin pemilih. Metode sampling ini meningkatkan representasi seluruh populasi pemilih secara lebih akurat.

Hasilnya, tren elektabilitas Joko Widodo dan Prabowo Subianto mengalami kenaikan cukup tinggi jika berkaca pada survei sebelumnya. Karena itu, kandidat Capres kuat hanya Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto.

Survei ini diumumkan Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, Minggu (18/2).

“Tren dan gap elektabilitas kedua figur ini juga tidak terlalu berbeda dengan survei Poltracking sebelumnya (November 2017), yaitu berjarak antara 20%-25% dengan elektabilitas Prabowo berkisar di angka 20%-33% dan elektabilitas Jokowi berkisar di angka 45%-57%,” kata Hanta Yuda.

Pewarta: Achmad S.
Editor: M. Yahya Suprabana

Loading...

Terpopuler