Connect with us

Mancanegara

F-16 Fighting Falcon Amerika Dipasok Sistem Peperangan Elektronik Baru

Published

on

F-16 Fighting Falcon Amerika dipasok sistem peperangan elektronik baru/Foto: theaviationgeekclub.com

F-16 Fighting Falcon Amerika dipasok sistem peperangan elektronik baru/Foto: theaviationgeekclub.com.

NUSANTARANEWS.CO, Washington – F-16 Fighting Falcon Amerika dipasok sistem peperangan elektronik baru. Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) telah memberikan kontrak kepada Northrop Grumman untuk memasok sistem penanggulangan peperangan elektronik baru bagi armada jet tempur Lockheed Martin F-16C/D-nya. Sistem penanggulangan “peperangan elektronik” ini adalah untuk melindungi pesawat dari serangan rudal yang dipandu, jamming, dan teknik elektronik lainnya.

Dengan kata lain, kemampuan kritis ini dapat memberikan peringatan kepada pilot, identifikasi ancaman, dan kemampuan penanggulangan lanjutan bahkan mengalahkan sistem ancaman tingkat lanjut lawan.

Pihak Angkatan Udara AS tidak menyebutkan nilai kontraknya, namun mengatakan memiliki 1.017 contoh F-16C/D di armadanya.

Kontrak tersebut dikeluarkan melalui System of Systems Consortium, sebuah grup industri kedirgantaraan di bawah Departemen Pertahanan untuk mengelola kontrak Other Transaction Agreement (OTA), semacam mekanisme pendanaan pemerintah yang cepat untuk penelitian dan pengembangan atau pekerjaan prototipe, kata Northrop Grumman, Senin (11/1).

Paket peperangan elektronik ini memanfaatkan sistem terbuka, arsitektur pita ulta-lebar yang menyediakan bandwidth instan lebih besar yang diperlukan untuk mengalahkan ancaman modern. Sistem F-16 ini adalah bagian dari lini produk yang matang bagi kemampuan peperangan elektronik.

Seperti kata Ryan Tintner, wakil presiden navigasi, penargetan, dan kemampuan bertahan Northrop Grumman bahwa, “Paket peperangan elektronik akan secara signifikan meningkatkan perlindungan bagi pilot F-16 saat mereka menjalankan misi di lingkungan yang berbahaya.”

The Northrop Grumman AN/APG-83 SABR adalah radar AESA (active electronically scanned array) multi-fungsi. Lockheed Martin memilih SABR untuk program memodernisasi armada F-16 Angkatan Udara AS yang setara dengan APG-77 Raptor dan APG-81 JSF F-35.

Baca Juga:  HTI Dinilai Mendompleng ke Kubu 02, Pengamat: Kelihatan Meski Samar

Sistem ini memang dirancang khusus untuk F-16 tanpa perlu lagi modifikasi struktural maupun daya. Sistem ini didasarkan pada program Penanggulangan Frekuensi Radio AC/MC-130J dan menggunakan penerima peringatan radar APR-39, jelas Northrop.

Perusahaan juga mencatat bahwa produk dapat ditambahkan ke pesawat dalam konfigurasi internal atau pod. Northrop mengatakan tindakan pencegahan tersedia untuk mitra internasional AS juga.

Sebagai informasi, Angkatan Udara AS sejak 2017 telah mulai meningkatkan kemampuan 841 F-16 C/D Fighting Falcon termasuk perpanjangan pemakaian pesawat menjadi 13.856 jam atau penambahan hampir 6.000 jam terbang dari standar aslinya – seperti halnya program The Falcon Structural Augmentation Rodmap (Falcon Star) Enhanced Mid-Life Update (eMLU) yang digagas oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. (Agus Setiawan)

Loading...

Terpopuler