Connect with us

Mancanegara

Empat Hari Setelah Ledakan Dahsyat di Pelabuhan Beirut

Published

on

Empat hari setelah ledakan dahsyat di pelabuhan Beirut.

Empat hari setelah ledakan dahsyat di pelabuhan Beirut. Kontingen Prancis berkekuatan 55 orang terlihat berada di garis depan operasi penyelamatan internasional/Foto: DW

NUSANTARANEWS.CO, Beirut – Empat hari setelah ledakan dahsyat di pelabuhan Beirut. Kontingen Prancis berkekuatan 55 orang terlihat berada di garis depan operasi penyelamatan internasional. Spekulasi tentang penyebab ledakan mematikan it uterus berlanjut. Sementara pihak berwenang Lebanon mengabarkan bahwa sejauh ini telah menahan sejumlah tersangka terkait dengan ledakan dahsyat pada hari Selasa (4/8) di dekat ibu kota Beirut.

Spekulasi terkait pemicu ledakan 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan selama bertahun-tahun di pelabuhan Beirut terus berlanjut. Sampai hari ini, pihak berwenang Lebanon telah menahan 21 tersangka pada hari Jumat, termasuk manajer umum pelabuhan Beirut, serta pejabat bea cukai dan tenaga ahli di pelabuhan.

Sedangkan lusinan lainnya sedang diinterogasi oleh pengadilan militer Lebanon, termasuk otoritas pemerintah yang mungkin mengabaikan peringatan tentang bahan peledak di pelabuhan.

Penyebab ledakan masih belum dapat diketahui. Namun, media-media setempat memberitakan bahwa hal itu mungkin dipicu oleh pekerjaan pengelasan yang dilakukan di dekat gudang tempat bahan kimia itu disimpan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi Kesehatan Dunia dengan cepat memberikan peringatan tentang situasi di Lebanon.

Hampir 80.000 anak termasuk di antara 300.000 orang yang kehilangan tempat tinggal, kata UNICEF pada hari Jumat.

Program Pangan Dunia (WFP) PBB juga memperingatkan mengenai gangguan parah pada persediaan makanan, karena 85 persen makanan Lebanon berasal dari impor.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menunjuk pada kemungkinan kekurangan persediaan medis. Dikatakan, pihaknya kehilangan beberapa wadah persediaan medis penting dalam ledakan itu, termasuk alat pelindung diri (APD) yang benar-benar terbakar. (Banyu)

Baca Juga:  Resmi Masuk Indonesia, Ini Spesifikasi Honor 10 Lite dan Honor 8A

Loading...

Terpopuler