Connect with us

Ekonomi

Ekspor Rumput Laut ke Korea Selatan Wujud Nyata Agrobisnis Kabupaten Nunukan

Published

on

Ekspor Rumput Laut ke Korea Selatan Wujud Nyata Agrobisnis Kabupaten Nunukan, nusantaranewsco

Bupati Nunukan, Asmin Laura Hafid disela-sela launching ekpor rumput laut di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (31/1/2019). (Foto: Eddy Santri/NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS.CO, Nunukan – Petani rumput laut di Nunukan, Kalimantan Utara kembali mengekspor hasil budidayanya ke Korea Selatan. Kontinuitas dari kegiatan ekspor rumput laut di wilayah yang berbatasan langsung dengan Sabah-Malaysia tersebut adalah bukti dari menggeliatnya perekonomian dari sektor pertanian.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Nunukan, Asmin Laura Hafid di sela-sela launching ekspor rumput laut Nunukan di Pelabuhan Tunontaka, Kamis (31/1/2019). Menurut Laura, pada mulanya ia merasa was-was terhadap ekspor rumput laut tersebut. Namun, setelah ada uji coba sebelumnya dan ternyata berhasil, maka ia memutuskan untuk terus melanjutkanya sekaligus sebagai upaya mewujudkan perekonomian yang mandiri di wilayah perbatasan.

“Ini (ekspor) bukan yang pertama. Kenapa sekarang baru di launching-kan, karena kita tidak mau ekspor rumput laut beberapa minggu lalu menjadi pertama dan terakhir,” papar Laura.

Baca juga: Siap Kuasai Pasar Internasional, Rumput Laut Nunukan Ekspor Perdana ke Korea Selatan

Baca juga: Menyulap Rumput Laut Jadi Kuliner Khas Nunukan

Loading...

Lebih lanjut Laura menegaskan bahwa ekpor hasil pertanian di Kabupaten Nunukan juga merupakan pengejawantahan (realisasi) dari visi dan misinya sebelum ia menjabat orang nomor satu di Nunukan. Sebagaimana diketahui, agrobisnis adalah salah satu hal yang dicanangkan Laura.

Laura punya alasan tersendiri kenapa agrobisnis menjadi target pemerintahanya. Sebab, alam Nunukan adalah wilayah yang kaya sumber hayati baik di laut, darat dan udara seperti budidaya sarang walet.

“Apa yang kita janjikan, saat ini sudah tercapai. Karena pada hakikatnya, pemimpin itu adalah yang selalu hadir dan bukan hanya yang selalu terlihat. Pemerintah melalui dinas masing-masing senantiasa memantau perkembangan sehingga menenukan solusi untuk kesejahteraan,” ujarbupati berparas cantik tersebut.

Baca Juga:  Seluas 12 Hingga 20 Hektare Lahan di Kendal Dibeli 12 Perusahaan

Laura mengemukakan optimismenya terhadap kebangkitan ekonomi perbatasan. Apalagi mengingat Nunukan berada di salah satu alur Alur Laut Kepualuan Indoenesia (ALKI) yang merupakan jalur pelayaran internasional, maka bukan sebuah kemustahilan apabila Nunukan yang terbatas akan menjadi yang teratas.

“Apabila kaurunia Tuhan ini Nunukan ini kita kelola dengan baik, yakinlah, kita yang terbatas akan menjadi yang teratas,” tegasnya.

Diketahui, pihak eksportir membutuhkan sedikitnya 63 ton rumput laut kering untuk dikirim ke Korea Selatan. Sehingga dengan hal tersebut diharapkan petani di Nunukan semakin meningkatkan kualitas budidayanya sehingga Nunukan ke depan turut pula menjadi penyangga ekonomi nasional.

“Cita-cita tak bisa diwujudkan dalam sekejap. Butuh waktu dan konsistensi. Tapi saya yakin, dengan kegotong-royongan, ke depan kita bukan hanya akan mengekspor rumput laut ini saja, tapi budidaya lain yang ada di Nunukan seperti merica, pisang hingga kepiting,” tutupnya.

Pewarta: Eddy Santri
Editor: Almeiji Santoso

Loading...

Terpopuler