Ekonomi

Ekspor Ditingkatkan Dengan Jaminan Keamanan dan Kesehatan Hewan Ternak

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan I Ketut Diarmita/Foto Andika /Nusantaranews
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan I Ketut Diarmita/Foto Andika /Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) I Ketut Diarmita mengungkapkan saat ini masalah kesehatan hewan dan keamanan produk hewan menjadi isu penting dalam perdagangan internasional.

Seringkali, kata I Ketut, masalah kesehatan menjadi hambatan dalam menembus pasar global. Karenanya, untuk memanfaatkan peluang ekspor, diperlukan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan sektor peternakan, terutama dalam penerapan standar-standar internasional mulai dari hulu ke hilir.

Baca Juga:

“Untuk peningkatan nilai tambah dan daya saing produk ekspor, Kementan terus mendorong komitmen semua pihak dalam mewujudkan konsep One Health dalam penanganan penyakit zoonosis,” kata I Ketut dikutip dari keterangan resminya, Jakarta, Jumat (7/12/2018).

Ia juga mengatakan bahwa, Kementan sendiri terus membangun kompartemen-kompartemen Avian Influenza (AI) dengan penerapan sistem Biosecurity agar menjamin kesehatan hewan ternak.

Baca Juga:  Fraksi PKS DPRD Nunukan Minta Pemerintah Prioritaskan APBD Untuk Penguatan UMKM

Kini, kata dia, kompartemen tersebut sudah berkembang menjadi 141 titik dan ditambah 40 titik yang masih dalam proses untuk sertifikasi, padahal awalnya hanya 49 titik. “Kita terus mendesign kegiatan ini agar peternak lokal dapat menerapkan dengan baik dan kompartemen-kompartemen yang dibangun diakui oleh negara lain,” jelasnya.

Diketahui, guna penjaminan keamanan pangan, saat ini sudah ada 2.132 unit usaha ber-NKV (Nomor Kontrol Veteriner). Nomor ini merupakan bukti tertulis yang sah bagi terpenuhinya persyaratan sanitasi higienis sebagai jaminan keamanan produk hewan pada unit usaha produk hewan.

Ia menjelaskan, peluang perluasan pasar untuk komoditas peternakan di pasar global masih sangat terbuka luas. Adanya permintaan dari negara di daerah Timur Tengah dan negara lain di kawasan Asia sangat berpotensi untuk dilakukan penjajakan karena keunggulan Indonesia salah satunya adalah produk halal.

“Jaminan kehalalan juga dapat menjadi daya tarik tersendiri untuk ekspor produk peternakan ke wilayah Timur Tengah dan negara dengan penduduk mayoritas muslim lainnya dan ini harus kita manfaatkan,” tandasnya.

Baca Juga:  Gawat, Dana Transfer Rp 1,5 Triliun dari Pusat Untuk Jawa Timur "Disembunyikan"?

Pewarta: Roby Nirarta
Editor: M. Yahya Suprabana

Related Posts

1 of 3,167