Connect with us

Rubrika

Efisiensi Pemukukan dengan Arang Aktif Pengendali Residu Pestisida

Published

on

Efisiensi Pemukukan dengan Arang Aktif Pengendali Residu Pestisida

Arang Aktif dan manfaatnya. (FOTO: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Asep Nugraha Ardiwinata dari Balai Penelitian Lingkungan Pertanian mengungkapkan, limbah pertanian dapat dimanfaatkan menjadi arang aktif yang berfungsi sebagai residu pestisida.

“Limbah pertanian seperti sekam padi, tempurung kelapa, bonggol jagung, dan tandan kosong kelapa sawit dapat dimanfaatkan menjadi arang aktif yang memapu mengendalikan residu pestisida di lahan pertanian,” kata Asep dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (5/1/2019).

Arang aktif ini, terang Asep, mampu mengikat residu pestisida golongan organoklorin (lindan, aldrin, dieldrin, heptaklor, DDT dan endosulfan) dan golongan organofosfat (klorpirifos) di tanah sehingga tidak terbawa aliran sungai.

“Tekonolog pengendali residu pestisida ini potensial dikembangkan untuk mengatasi lahan pertanian yang tercemar residu perstisida dan lahan bekas tambang,” kata Asep.

Dia menambahkan, pelapisan Urea Arang Aktif yang berasal dari pembakaran sekam padi, tempurung kelapa, bonggol jagung, dan tandan kosong kelapa sawit ini memiliki banyak manfaat.

Efisiensi Pemukukan dengan Arang Aktif Pengendali Residu Pestisida

Manfaat Pelapisan Urea Menggunakan Arang Aktif. (Ilustrasi: NUSANTARANEWS.CO)

Apa saja manfaatnya? Pertama, pupuk Urea yang mendapat sentuhan teknologi pelaposan ini tidak mudah menguap. Kedua, tidak mudah meleh bila kepanasan dan tidak lengket bila dipegang. Ketiga, slow release bila diaplikasikan di tanah.

“Teknologi Urea berlapis Arang Aktif ini potensial untuk dikembangkan guna meningkatkan efisiensi pemupukan dampak nitrogen dan mengurangi dampak pencemaran,” kata Asep.

Pewarta: Roby Nirarta
Editor: M. Yahya Suprabana

Loading...

Terpopuler